Ragam Contoh

Batas Akhir Bulan Rajab dan Keutamaannya, Cek Kalender Hijriah 1447

bulan Rajab termasuk dalam empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Tiga bulan lainnya adalah Dzulqa’dah

KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
PUASA RAJAB 1447 H - Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan oleh Kemenag RI, bulan Rajab 1447 Hijriah berlangsung selama 30 hari. Akhir bulan Rajab ditetapkan jatuh pada hari Senin, tanggal 19 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Tak hanya puasa, amalan lain yang sangat dianjurkan di bulan Rajab adalah memperbanyak sedekah, dzikir, dan istighfar.
  • Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan maksiat dan memperbanyak amal saleh.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Bulan Rajab merupakan salah satu bulan istimewa dalam kalender Hijriyah yang memiliki keutamaan besar bagi umat Islam.

Berdasarkan kalender Hijriah 1447 H yang diterbitkan oleh Kemenag RI, bulan Rajab 1447 Hijriah berlangsung selama 30 hari. Akhir bulan Rajab ditetapkan jatuh pada hari Senin, tanggal 19 Januari 2026.

Tanggal tersebut dihitung dari penetapan awal bulan Rajab 1447 Hijriah yang jatuh pada hari Minggu, tanggal 21 Desember 2025. Bulan Rajab berakhir setelah matahari terbenam pada hari itu atau saat memasuki waktu Maghrib.

Dalam bulan yang termasuk kategori asyhurul hurum atau bulan-bulan yang dimuliakan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan kualitas ibadah serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang Allah muliakan.

Rahmad menjelaskan bahwa bulan Rajab menjadi momentum yang sangat baik untuk memperbanyak amalan sunnah. Salah satu ibadah yang dianjurkan adalah melaksanakan puasa sunnah, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh.

Menurutnya, puasa-puasa tersebut dapat menjadi sarana melatih keistiqamahan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Jika dirasa masih mampu, umat Islam juga dapat menjalankan puasa Daud. Selain itu, bulan Rajab bisa dimanfaatkan untuk menuntaskan puasa qadha Ramadan yang masih tertinggal,” ujar Rahmad. Ia menambahkan bahwa menyempurnakan kewajiban puasa di bulan ini memiliki nilai tersendiri karena dilakukan pada waktu yang penuh keutamaan.

Menu Sehat untuk Berbuka Puasa yang Bikin Stamina Bugar dan Gula Darah Stabil

Tak hanya puasa, amalan lain yang sangat dianjurkan di bulan Rajab adalah memperbanyak sedekah, dzikir, dan istighfar.

Umat Islam juga didorong untuk lebih konsisten dalam menjalankan ibadah sunnah, seperti salat sunnah qabliyah dan ba’diyah, salat dhuha, salat tahajud, serta memperbanyak membaca Al-Qur’an. Amalan-amalan tersebut diyakini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan menjelang bulan-bulan besar berikutnya, seperti Sya’ban dan Ramadan.

Sebagai informasi, bulan Rajab termasuk dalam empat bulan haram (asyhurul hurum) yang dimuliakan Allah SWT. Tiga bulan lainnya adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.

Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan maksiat dan memperbanyak amal saleh.

“Disebut bulan haram karena terdapat larangan-larangan tertentu, terutama larangan melakukan peperangan, kecuali dalam kondisi darurat atau untuk membela diri,” jelas Rahmad. Oleh karena itu, bulan Rajab menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, menahan hawa nafsu, serta meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah dan sesama manusia.

Dengan memaksimalkan berbagai amalan di bulan Rajab, umat Islam diharapkan dapat meraih pahala berlipat ganda sekaligus mempersiapkan diri secara spiritual menyambut bulan Ramadan yang penuh berkah.

Contoh Amalan di Bulan Rajab        

Beberapa amalan yang bisa dilakukan saat bulan Rajab ini seperti:

  1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat (memohon ampun kepada Allah) dan bertaubat atas dosa-dosa yang telah lalu. Bacaan istighfar yang dianjurkan: 

Astaghfirullahal adzim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved