Kisah Emi Penjual Bunga Tabur depan TPU, Rela Bertahan Hingga 20 Tahun
Emi masih harus menghadapi kewajiban membayar cicilan rumah dan kendaraan setiap bulan.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Untuk menghemat pengeluaran, keluarga mereka membeli beras dalam jumlah bulanan, sementara minyak goreng hanya dibeli ketika persediaan benar-benar habis. Berbagai kebutuhan lain juga disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga.
Di tengah upaya berhemat tersebut, Emi masih harus menghadapi kewajiban membayar cicilan rumah dan kendaraan setiap bulan.
Penghasilannya dari berjualan kemudian digabungkan dengan pendapatan suami yang bekerja sebagai wiraswasta untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut.
Selain kebutuhan rumah tangga dan cicilan, biaya pendidikan anak juga menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan. Ia mengungkapkan masih harus menyediakan dana untuk membeli buku Lembar Kerja Siswa (LKS) dan berbagai kebutuhan sekolah lainnya.
• Aksi Damai Ratusan Buruh PT KAL Berakhir dengan Kesepakatan Mediasi pada 22 Juni
Menurut Emi, kebutuhan pendidikan anak tetap harus dipenuhi karena menjadi bagian penting dalam menunjang proses belajar mereka.
Kesulitan ekonomi semakin terasa ketika cuaca tidak bersahabat. Saat hujan turun, aktivitas berjualan terpaksa dihentikan dan otomatis tidak ada pemasukan yang diperoleh pada hari itu.
"Kalau hujan, biasanya tidak bisa jualan. Artinya hari itu juga tidak ada penghasilan," katanya.
Untuk bertahan menghadapi kondisi tersebut, Emi dan keluarganya memilih menunda berbagai pengeluaran yang dianggap tidak mendesak. Aktivitas rekreasi maupun perjalanan untuk bersenang-senang sementara dihentikan demi menjaga kestabilan keuangan keluarga.
Ia mengaku kini lebih fokus pada kebutuhan pokok dan pengeluaran yang benar-benar penting. Penghematan menjadi langkah yang harus dilakukan agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi di tengah harga barang yang terus meningkat.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Emi tetap menyimpan harapan sederhana. Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga masyarakat kecil seperti dirinya tidak semakin terbebani oleh tingginya biaya hidup.
Baginya, stabilnya harga sembako akan sangat membantu keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang. (*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
harga sembako naik
pedagang bunga tabur Pontianak
TPU Sungai Bangkong
pedagang kecil pontianak
Kisah Inspiratif Pontianak
Harga Sembako Kalbar
dampak kenaikan sembako
| Kisah Munir Jalani Dua Profesi, Jadi Pemulung dan Tukang Bangunan Demi Hidupi Keluarga di Pontianak |
|
|---|
| Mampu Raup Rp1 Juta Semalam, Intip Suka Duka Usaha Sewa Mobil Mainan di Alun-alun Kapuas Pontianak |
|
|---|
| Update Harga Sembako Kalbar 11 April 2026, Cabai Rawit Tembus Rp122 Ribu per Kg |
|
|---|
| Antisipasi Lonjakan Harga, Polisi Cek Sembako ke Sejumlah Toko Jelang Lebaran |
|
|---|
| Satgas Saber Pangan Kalbar Cek Harga Sembako di Pasar Kemuning, Selama Ramadan Harga Tetap Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Pedagang-Bunga-Tabur-di-TPU-Sungai-Bangkong.jpg)