Dalam penggeledahan, polisi menemukan sabu seberat 21,30 gram bruto yang disimpan UN di saku celananya.
Menurut keterangan tersangka, mereka membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menghasilkan uang palsu tersebut.
Atas perbuatannya, EA dikenakan dengan pasal 368 KUHP dan pasal 45 UU ITE dengan ancaman hukuman masing-masing 4 tahun penjara.
OTT itu terjadi saat korban hendak menyerahkan uang ke pelaku di salah satu kafe di Pontianak Utara, pada Minggu 24 Agustus 2025.
EA diamankan karena melakukan pemerasan terhadap salah satu pengusaha di Kecamatan Pontianak Utara.
Saat itu, dua orang pelanggan selesai berbelanja, lalu datang seorang pria menggunakan masker dan helm.
Maulidia mengucapkan dua pelanggan yang baru saja berbelanja masih berada di lokasi, namun tidak menolong meski korban sempat meminta pertolongan.
Indra menambahkan ratusan kontestan antusias mengikuti kontes motor yang menjadi salah satu daya tarik utama acara.
Indra menambahkan event Bike Week bukan hanya sekadar ajang otomotif, tetapi juga diisi dengan UMKM, kegiatan bakti sosial seperti donor darah
Head of Corporate Social Responsibility (CSR) PT BAI, Join Wira P. Sembiring, menyampaikan apresiasi atas penghargaan tersebut.
Nominasi yang diraih yaitu Pengabmas Program Desa Sehat Poltekkes Terbaik di Kalbar dan Produk Hasil Penelitian Dosen Kesehatan Inspiratif.
Sementara itu, Direktur RSUD dr. Soedarso, Drg. Hary Agung Tjahyadi, M.Kes, juga mengapresiasi penghargaan tersebut.
Beberapa tamu yang telah hadir diantaranya Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Kalbar serta RSUD dr. Soedarso.
Juru parkir resmi memiliki Surat Perjanjian Kerja (SPK) dengan Dishub serta perikatan kerja sama.
Kepala Dishub Kota Pontianak, Trisna, mengatakan terdapat sekitar empat lokasi yang menjadi sasaran operasi.
Ia menambahkan bahwa adiknya tersebut kemudian mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisi kakaknya.
Ia juga menambahkan bahwa akan meluncurkan QRIS Dinamis Bank Kalbar pada rangkaian kegiatan tersebut.
Sujiwo menyebutkan bahwa paket sembako yang terkumpul berjumlah sekitar 5 ribuan paket.
"Terkait video yang di media sosial itu memang benar adanya dugaan peredaran uang palsu tersebut," ucap Aiptu Ade saat dikonfirmasi
Badri menjelaskan api tidak sempat membesar karena segera diketahui warga yang baru saja pulang dari salat subuh.