Amerika Serikat dan Indonesia Perkuat Kerja Sama Penegakan Sanksi Maritim
Para peserta juga mengikuti latihan simulasi skenario penghindaran sanksi, yang menekankan penerapan kewenangan hukum, protokol
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Lokakarya ini, dipandu para ahli dari Middlebury Institute of International Studies, mempertemukan 25 pejabat dari lembaga maritim Indonesia dan 50 perwakilan sektor swasta untuk memperkuat kemampuan penegakan hukum serta kerja sama antarinstansi.
- Para peserta juga mengikuti latihan simulasi skenario penghindaran sanksi, yang menekankan penerapan kewenangan hukum, protokol penegakan, dan koordinasi antarinstansi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Biro Pengendalian Senjata dan Nonproliferasi (ACN) Departemen Luar Negeri AS, melalui Office of Cooperative Threat Reduction (CTR), menyelenggarakan Lokakarya Penegakan Sanksi Maritim di Jakarta pada 18–20 November.
Lokakarya ini, dipandu para ahli dari Middlebury Institute of International Studies, mempertemukan 25 pejabat dari lembaga maritim Indonesia dan 50 perwakilan sektor swasta untuk memperkuat kemampuan penegakan hukum serta kerja sama antarinstansi.
Penasihat Regional untuk Kantor Pengendalian Ekspor dan Keamanan Perbatasan (Export Control and Border Security/EXBS) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Ransom Avilla, membuka lokakarya dan memberikan peserta pemahaman dasar mengenai sanksi, peran EXBS dalam keamanan internasional, serta metode penghindaran yang sering digunakan.
Para peserta juga mengikuti latihan simulasi skenario penghindaran sanksi, yang menekankan penerapan kewenangan hukum, protokol penegakan, dan koordinasi antarinstansi.
• Alasan Pemkot Pontianak Pasang Pagar Pembatas di Jalan Tanjungpura
“Lokakarya ini menegaskan komitmen Amerika Serikat untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam memperkuat keamanan maritim dan menegakkan sanksi internasional,” ujar Nicole Rothenberg, Manajer Program Office of Cooperative Threat Reduction.
“Dengan meningkatkan kemampuan penegakan hukum dan mendorong kolaborasi antarlembaga, kita mengambil langkah penting untuk menghentikan aktivitas ilegal dan menjaga keamanan regional maupun global,” tambahnya.
Amerika Serikat tetap berkomitmen mendukung Indonesia dan negara mitra lainnya dalam mencegah perolehan material dan teknologi sensitif oleh entitas yang dikenai sanksi. Upaya ini bertujuan untuk memperkuat keamanan regional dan global. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Bobon Santoso Masak Rendang 1 Ton di Kubu Raya, Warga Antusias Berdatangan |
|
|---|
| Nilai TKA SD dan SMP Rendah, Pengamat Pendidikan Soroti Krisis Sistemik |
|
|---|
| Resep Sate Gebug Khas Malang, Olahan Daging Kurban Empuk dan Gurih |
|
|---|
| 5 Senjata Tradisional Kalimantan Barat dan Filosofi di Baliknya |
|
|---|
| Mahasiswa Wajib Tahu! Kemenkeu Buka Program Magang di 34 Provinsi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Lokakarya-Penegakan-Sanksi435ref.jpg)