Ramalan Cuaca Awal Puasa 2026 Waspada Hujan Lebat Sepanjang Pekan Ini Status Peringatan Dini BMKG

Simak ramalan cuaca sambut awal Puasa Ramadhan 2026 waspada hujan lebat sepanjang pekan ini status peringatan dini BMKG.

Editor: Rizky Zulham
TRIBUN PONTIANAK/TRI PANDITO WIBOWO/Tri Pandito Wibowo
HUJAN LEBAT - Masyarakat tampak sedang melintasi jalan saat hujan, di Jalan Jendral Ahmad Yani, Kota Pontianak beberapa waktu lalu. Simak ramalan cuaca sambut awal Puasa Ramadhan 2026 waspada hujan lebat sepanjang pekan ini status peringatan dini BMKG. 

Ringkasan Berita:
  • BMKG menyatakan, sepekan ke depan diprediksi akan ada potensi peningkatan curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.
  • Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Simak ramalan cuaca sambut awal Puasa Ramadhan 2026 waspada hujan lebat sepanjang pekan ini status peringatan dini BMKG.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem pada periode 15 hingga 21 Februari 2026 yang bertepatan dengan awal puasa Ramadan 1447 H.

BMKG menyatakan, sepekan ke depan diprediksi akan ada potensi peningkatan curah hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Indonesia.

Fenomena dinamika atmosfer yang bergerak dinamis memicu pertumbuhan awan hujan.

Terutama di wilayah Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi bagian utara.

Baca juga: Waspada Besok Badai Hujan Sangat Lebat Saat Imlek Status Peringatan Dini BMKG Cuaca 17 Februari 2026

Penyebab Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan hasil analisis terkini menunjukkan terjadi penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan, sehingga mempercepat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Indonesia bagian barat dan selatan.

Kondisi ini diperkuat aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada pada fase Indian Ocean, serta dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby yang memicu terbentuknya perlambatan dan belokan angin (konvergensi), khususnya di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

"Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan dengan intensitas sedang, lebat, hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah sepanjang periode 15-21 Februari 2026," kata Andri (15/2/2026), dikutip dari bmkg.go.id.

Pada 15-16 Februari, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17-18 Februari, potensi tersebut masih membayangi wilayah Aceh, Sumatera Barat, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sedangkan pada 19 Februari, wilayah yang perlu diwaspadai adalah wilayah Kep. Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan.

Kemudian, pada 20-21 Februari potensi masih berlanjut utamanya di wilayah Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Plh. Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani menegaskan pentingnya meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi potensi dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

"Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan serta langkah mitigasi sesuai dengan tingkat risiko dan karakteristik kerentanan wilayah masing-masing," ujar Ida.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved