Program MBG

Mengenal Buah Kecapi yang Viral Jadi Perbincangan Usai Disajikan dalam Program MBG

Banyak warganet menilai bahwa buah tersebut kurang tepat dan bahkan sulit dikonsumsi oleh anak-anak usia dini.

Tayang:
Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/ Instagram @sppgdesapengasinan/ Kontan.co.id
BUAH KECAPI - Unggahan foto dan video yang memperlihatkan buah kecapi menjadi bagian dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Gunung Sindur, Bogor baru-baru ini (kanan) dan ilustrasi buah kecapi (kiri). Reaksi publik yang luas atas menu yang dinilai tidak sesuai sasaran membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat akhirnya mengeluarkan permintaan maaf resmi. 

Asal dan persebaran

Buah kecapi banyak tumbuh di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Pohonnya sering ditanam di pekarangan rumah atau tumbuh liar.

Manfaat buah kecapi

  • Kaya vitamin C: membantu meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mengandung serat: baik untuk pencernaan
  • Memiliki antioksidan
  • Secara tradisional digunakan untuk membantu meredakan demam dan masalah pencernaan

Cara konsumsi

  • Dimakan langsung saat matang
  • Diolah menjadi manisan, rujak, atau asinan
  • Kadang dijadikan campuran sambal atau lalapan (yang masih muda dan asam)

Berikut alasan buah kecapi (sentul) kurang cocok dikonsumsi anak, terutama anak usia PAUD–SD, jika tidak diolah dengan tepat:

Alasan Buah Kecapi Tidak Cocok untuk Anak

  1. Rasa asam cukup kuat

Buah kecapi cenderung asam, dapat menyebabkan:

  • Sakit perut
  • Iritasi lambung
  • Tidak nyaman di mulut anak

2. Tekstur daging buah keras dan berserat kasar

  • Sulit dikunyah oleh anak kecil
  • Berisiko tersedak jika dimakan langsung

3. Biji besar dan lengket

  • Daging buah melekat kuat pada biji
  • Anak berisiko tersedak atau tergigit bijinya

4. Dapat memicu sariawan

Kandungan asam yang tinggi bisa menyebabkan: Sariawan hingga Perih di mulut, terutama pada anak sensitif

5. Kurang disukai anak (faktor penerimaan)

Rasa dan aroma khas kecapi sering dianggap:

  • Terlalu tajam
  • Tidak familiar bagi anak
  • Berpotensi tidak dimakan dan terbuang

6. Tidak ramah lambung anak

  • Sistem pencernaan anak masih sensitif
  • Konsumsi buah asam berlebih bisa menimbulkan mual atau diare ringan.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved