Harga BBM Terkini
Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Wajar, Pengamat: Beban Subsidi dan Defisit APBN Semakin Berat
Pengamat Ekonomi Kalimantan Barat, Eddy Suratman, menilai penyesuaian harga Pertamax per 10 Juni 2026 merupakan langkah yang tidak dapat dihindari.
Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
BERIKAN TANGGAPAN - Pengamat Ekonomi Kalimantan Barat, Eddy Suratman. Ia menilai penyesuaian harga Pertamax per 10 Juni 2026 merupakan langkah yang tidak dapat dihindari.
“Yang harus dijaga betul itu BBM subsidi karena menyentuh rakyat kecil. Pemerintah selama ini menahan harga agar tidak naik, padahal di berbagai negara harga energi sudah mengalami penyesuaian,” pungkas Eddy.
Kini, tantangan terbesar pemerintah bukan lagi sekadar meredam gejolak harga di hulu, melainkan memperketat kompartemen pengawasan di hilir.
Jaminan agar Pertalite tetap tepat sasaran dan pasokannya aman di daerah seperti Kalimantan Barat menjadi harga mati, agar migrasi kelas konsumen dari Pertamax tidak sampai menjebol kuota subsidi yang sudah dialokasikan. (*)
- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS
Berita Terkait: #Harga BBM Terkini
| Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Warga Sekadau Khawatir Pertalite Makin Sulit Didapat |
|
|---|
| Kenaikan BBM Nonsubsidi Berdampak ke Angkutan Umum, Tarif Bus Leegad Kalbar Naik Rp10 Ribu |
|
|---|
| Pertamax Tembus Rp16.650 per Liter, Pengguna di Mempawah Diperkirakan Beralih ke BBM Lebih Murah |
|
|---|
| Gelombang Migrasi ke Pertalite! Kenaikan Pertamax Picu Kepanikan Pengguna di Kalbar |
|
|---|
| Ragam Respon Warga Pontianak Kaget Massal soal Pertamax Tiba-tiba Naik Jadi Rp16.650/Liter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/prof-eddy-suratman-ffgvrtb.jpg)