Breaking News

BMKG Ingatkan Prediksi Rob, Pasang Maksimum 2 Meter di Pontianak

Dengan ketinggian pasang yang diprakirakan mencapai 2 meter, kondisi ini dinilai berpotensi berdampak pada masyarakat yang tinggal di wilayah

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
ISTIMEWA/Dok. Kompas.com
BERITA CUACA - Ilustrasi gelombang tinggi. Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Putri Fadhila, mengungkapkan bahwa peringatan potensi banjir pesisir (rob) secara umum disusun berdasarkan prakiraan pasang surut (pasut) dari tabel yang dikeluarkan Pushidros - AL setiap tahunnya. 
Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, untuk wilayah pesisir Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, nilai pasang surut tertinggi diperkirakan mencapai 2,0 meter yang akan terjadi pada 20 dan 21 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.
  • Ia menambahkan, secara teknis terdapat pengaruh siklus astronomis bulan dan matahari, termasuk siklus nodal bulan jangka panjang selama 18,6 tahun yang dapat memperkuat amplitudo pasang harian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak, Putri Fadhila, mengungkapkan bahwa peringatan potensi banjir pesisir (rob) secara umum disusun berdasarkan prakiraan pasang surut (pasut) dari tabel yang dikeluarkan Pushidros - AL setiap tahunnya.

Ia menjelaskan, untuk wilayah pesisir Kalimantan Barat, khususnya Pontianak, nilai pasang surut tertinggi diperkirakan mencapai 2,0 meter yang akan terjadi pada 20 dan 21 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.

"Secara umum peringatan potensi banjir pesisir (rob) dibuat berdasarkan prakiraan (pasut) pasang surut dari tabel pasut yang dikeluarkan Pushidros-AL setiap tahunnya," ujar Putri saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Minggu 17 Mei 2026.

BMKG Peringatkan Potensi Rob 2 Meter di Pontianak, Warga Diminta Waspada

Menurutnya, potensi pasang tinggi tersebut merupakan hasil perhitungan dari berbagai faktor, mulai dari kombinasi fase astronomis, tren kenaikan permukaan laut global, hingga pengaruh kondisi cuaca lokal.

"Nilai dan waktu pasut tersebut adalah hasil dari proses perhitungan yang melibatkan beberapa faktor, antara lain kombinasi fase astronomis, tren kenaikan permukaan laut global dan pengaruh cuaca lokal," jelasnya.

Ia menambahkan, secara teknis terdapat pengaruh siklus astronomis bulan dan matahari, termasuk siklus nodal bulan jangka panjang selama 18,6 tahun yang dapat memperkuat amplitudo pasang harian. 

Selain itu, kenaikan permukaan laut global turut memicu peningkatan pasang maksimum.

Putri juga mengingatkan bahwa hujan lebat dapat memperparah kondisi banjir rob di wilayah Kota Pontianak.

"Hujan lebat akan menambah potensi terjadinya banjir rob di wilayah kota Pontianak," katanya.

Dengan ketinggian pasang yang diprakirakan mencapai 2 meter, kondisi ini dinilai berpotensi berdampak pada masyarakat yang tinggal di wilayah dengan elevasi rendah, seperti kawasan pesisir dan tepian sungai.

"Untuk potensi banjir ROB dengan prakiraan pasang tertinggi setinggi 2.0 m ini diprakirakan cukup berdampak bagi masyarakat yang berada pada wilayah dengan elevasi atau ketinggian di atas permukaan laut yang cukup rendah seperti di pesisir atau tepian sungai," ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada tanggal dan waktu yang telah diprakirakan, serta terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

"Imbauan kami terhadap masyarakat adalah waspada terhadap potensi banjir rob, khususnya pada tanggal dan waktu yang telah diinfokan, dan tetap memantau prakiraan dan peringatan dini cuaca, karena kondisi cuaca seperti curah hujan yang tinggi dapat menambah potensi banjir rob tsb,selalu jaga keselamatan dan terus ikuti informasi dari bmkg untuk update info cuaca terkini.," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved