Kenaikan BBM Non-Subsidi Picu Kekhawatiran pada Kenaikan Harga Barang

Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Lapangan SPBU, Rizky (29), yang menyebut kondisi masih relatif terkendali, Rabu 6 Mei 2026.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
KENAIKAN HARGA - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex belum berdampak signifikan terhadap antrean di SPBU OSO Merdeka No. 64.781.19. Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Lapangan SPBU, Rizky (29), yang menyebut kondisi masih relatif terkendali, Rabu 6 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Ia menjelaskan, Dexlite mengalami kenaikan harga pada 4 Mei 2026 dari Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex juga naik dari Rp24.350 menjadi Rp28.000 per liter.
  • Meski terjadi kenaikan, Rizky menyebut volume penjualan BBM non-subsidi di SPBU tersebut cenderung stabil. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex belum berdampak signifikan terhadap antrean di SPBU OSO Merdeka No. 64.781.19. 

Hal tersebut disampaikan oleh Pengawas Lapangan SPBU, Rizky (29), yang menyebut kondisi masih relatif terkendali, Rabu 6 Mei 2026.

"Kalau untuk antrean sih masih aman-aman aja, nggak seperti solar subsidi yang biasanya panjang," ujar Rizky.

Ia menjelaskan, Dexlite mengalami kenaikan harga pada 4 Mei 2026 dari Rp24.150 menjadi Rp26.600 per liter. Sementara itu, Pertamina Dex juga naik dari Rp24.350 menjadi Rp28.000 per liter.

Meski terjadi kenaikan, Rizky menyebut volume penjualan BBM non-subsidi di SPBU tersebut cenderung stabil. 

"Untuk penjualan solar non-subsidi atau Dexlite per hari itu kurang lebih sekitar 1 ton, tapi angkanya memang naik turun," jelasnya.

Namun, ia mengakui bahwa saat ini stok Dexlite di SPBU sempat mengalami kekosongan. 

"Hari ini Dexlite kita stoknya habis. Kalau stok habis, kita lakukan pengadaan lagi, baru kemudian dijual seperti biasa," tambahnya.

Terkait respons konsumen, Rizky mengatakan ada keluhan dari pengguna kendaraan diesel.

"Kalau konsumen, terutama pengguna diesel, kebanyakan protes. Walaupun katanya pengguna diesel ini kalangan menengah ke atas, tapi tetap terasa dampaknya," ungkapnya.

Baca juga: Jalur Kijing-Pontianak Rawan Kecelakaan, DPRD Mempawah Usulkan Tol dan Pelebaran Jalan

Ia menilai kenaikan harga cukup membebani. 

"Yang tadinya isi sekitar 5 liter belum sampai sejuta, sekarang sudah di atas itu. Jadi pengeluaran jelas lebih besar," katanya.

Meski demikian, tren pembelian justru tidak menurun. Rizky melihat adanya pergeseran preferensi konsumen dari Pertamina Dex ke Dexlite karena faktor harga. 

"Pembelian tetap stabil, malah cenderung meningkat untuk Dexlite. Mungkin karena Pertamina Dex lebih mahal, jadi konsumen beralih ke Dexlite," jelasnya.

Rizky juga menyoroti potensi dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM non-subsidi terhadap sektor logistik. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved