Jalur Kijing-Pontianak Rawan Kecelakaan, DPRD Mempawah Usulkan Tol dan Pelebaran Jalan

Ketua DPD PAN Mempawah ini menilai solusi jangka panjang yang paling tepat adalah percepatan pembangunan jalan tol oleh pemerintah

Tayang:
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
SOROTI KECELAKAAN - Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan M Yusuf, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan dari Terminal Kijing menuju Pontianak, Rabu, 6 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Riduan mengatakan pemerintah pusat perlu segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.
  • Menurutnya, keberadaan Terminal Internasional Kijing membawa dampak signifikan terhadap lonjakan arus kendaraan bertonase besar yang melintasi jalan nasional tersebut.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Ketua DPRD Mempawah, Riduan M Yusuf, menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di ruas jalan dari Terminal Kijing menuju Pontianak, Rabu 6 Mei 2026.

Kondisi ini dinilai semakin mengkhawatirkan sejak meningkatnya aktivitas kendaraan berat di jalur tersebut.

Riduan mengatakan pemerintah pusat perlu segera mengambil langkah konkret guna mengatasi persoalan tersebut.

Menurutnya, keberadaan Terminal Internasional Kijing membawa dampak signifikan terhadap lonjakan arus kendaraan bertonase besar yang melintasi jalan nasional tersebut.

Dinsos PPPAPMD Mempawah Tangani Enam ODGJ hingga April 2026, Mayoritas Laporan dari Warga

"Sejak Terminal Kijing beroperasi, arus kendaraan besar meningkat cukup signifikan. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan di jalur tersebut," ujar Riduan.

Ketua DPD PAN Mempawah ini menilai solusi jangka panjang yang paling tepat adalah percepatan pembangunan jalan tol oleh pemerintah pusat melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Barat.

"Kami mendorong pemerintah pusat melalui BPJN Kalbar agar segera merealisasikan pembangunan jalan tol. Ini penting untuk keselamatan masyarakat sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik," katanya.

Selain solusi jangka panjang, Riduan juga menekankan perlunya penanganan cepat dalam waktu dekat, salah satunya dengan melakukan pelebaran jalan di sejumlah titik rawan kecelakaan.

"Untuk jangka pendek, pelebaran jalan di titik-titik rawan harus segera dilakukan. Kondisi jalan yang sempit dan dilalui kendaraan besar sangat berisiko," jelasnya.

Ia juga mengingatkan para pengemudi kendaraan berat agar lebih disiplin saat berada di jalan, terutama terkait parkir di badan jalan yang kerap menjadi pemicu kecelakaan.

"Kami mengimbau sopir kendaraan besar untuk tidak parkir sembarangan. Jika harus berhenti, apalagi pada malam hari, wajib memasang tanda atau lampu sebagai peringatan bagi pengguna jalan lainnya," tegasnya.

Riduan menambahkan, penanganan persoalan ini tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melibatkan berbagai pihak terkait.

"Diperlukan penanganan terpadu, mulai dari pengawasan lalu lintas, penambahan rambu, hingga pengaturan jalur angkutan barang. Semua pihak harus terlibat agar masalah ini tidak terus berulang," ungkapnya.

Ia pun mengingatkan agar pengembangan kawasan pelabuhan berjalan seiring dengan kesiapan infrastruktur pendukung, khususnya jalan.

"Pengembangan pelabuhan harus diimbangi dengan infrastruktur yang memadai. Jangan sampai pertumbuhan kawasan justru menimbulkan persoalan baru," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved