Konsumsi Seimbang dan Rendah Lemak, Kunci Hidup Lebih Sehat

Penerapan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi lemak dan kolesterol dinilai mampu menjadi upaya efektif

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN EDUKASI - Nutrisionis Ani Maulani saat menyampaikan edukasi kepada pengunjung di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. 
Ringkasan Berita:
  • Sejumlah penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan diabetes kini tidak lagi hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif.
  • Nutrisionis Ani Maulani menjelaskan bahwa asupan makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berdampak pada gangguan kardiovaskular.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penerapan pola makan sehat dengan membatasi konsumsi lemak dan kolesterol dinilai mampu menjadi upaya efektif dalam menekan risiko penyakit degeneratif yang kian meningkat di tengah masyarakat.

Sejumlah penyakit seperti jantung koroner, stroke, dan diabetes kini tidak lagi hanya dialami kelompok lanjut usia, tetapi juga mulai banyak ditemukan pada usia produktif.

Nutrisionis Ani Maulani menjelaskan bahwa asupan makanan yang tinggi lemak jenuh dan kolesterol dapat memicu peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang berdampak pada gangguan kardiovaskular.

"Oleh karena itu, diet rendah lemak dan kolesterol menjadi salah satu strategi utama dalam menjaga kesehatan tubuh," lanjutnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Sabtu 18 April 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola makan dengan mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak, seperti gorengan, makanan cepat saji, serta produk olahan yang mengandung lemak trans.

Sebagai pilihan yang lebih sehat, masyarakat disarankan mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Selain itu, sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe, dan kacang-kacangan dinilai lebih baik untuk dikonsumsi.

Metode pengolahan makanan juga menjadi perhatian, di mana cara memasak seperti merebus, mengukus, atau memanggang lebih dianjurkan dibandingkan dengan menggoreng.

Baca juga: Warga Pontianak Keluhkan Kenaikan BBM Non-Subsidi, Pengeluaran Harian Kian Berat

Ani menambahkan, pengaturan pola makan tidak hanya menyangkut jenis makanan, tetapi juga porsi dan waktu makan yang teratur. 

Konsumsi makanan secara seimbang serta menghindari makan berlebihan dapat membantu menjaga berat badan ideal dan menekan risiko obesitas, yang menjadi salah satu pemicu penyakit degeneratif.

Selain itu, penerapan gaya hidup sehat perlu dilengkapi dengan aktivitas fisik secara rutin. Olahraga ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau senam selama minimal 30 menit setiap hari dinilai mampu membantu meningkatkan metabolisme tubuh serta menjaga keseimbangan kadar kolesterol.

"Dengan menerapkan diet rendah lemak dan kolesterol secara konsisten, diharapkan angka kejadian penyakit degeneratif dapat ditekan, pola hidup sehat bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik di masa depan," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved