Kemarau di Kalbar Diprediksi Lebih Awal dan Lebih Kering, Puncak Juni hingga September

Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kalbar akan datang lebih cepat dari biasanya pada tahun ini.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Tribunnews.com
PREDIKSI KEMARAU - Ilustrasi cuaca panas. Kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Juni dasarian II dan berlangsung hingga September 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Juni dasarian II dan berlangsung hingga September 2026.
  • Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kalbar, Fanni Aditya, mengatakan musim kemarau tahun ini mengalami pergeseran waktu dibandingkan kondisi normal.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat memprediksi awal musim kemarau di wilayah Kalbar akan datang lebih cepat dari biasanya pada tahun ini. 

Kemarau diperkirakan mulai terjadi pada Juni dasarian II dan berlangsung hingga September 2026.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Klimatologi Kalbar, Fanni Aditya, mengatakan musim kemarau tahun ini mengalami pergeseran waktu dibandingkan kondisi normal.

"Awal musim kemarau di Kalimantan Barat diprediksi pada Juni dasarian II dan berlangsung hingga September. Musim kemarau tahun ini diprediksi maju dibandingkan normalnya, artinya terjadi lebih awal," ujarnya saat dikonfirmasi tribun pontianak.co,id, Selasa 14 April 2026.

Ia menjelaskan, selain datang lebih cepat, kondisi kemarau tahun ini juga diperkirakan lebih kering. Meski demikian, bukan berarti tidak akan terjadi hujan sama sekali selama periode tersebut.

"Musim kemarau tahun ini diprediksi lebih kering dari normalnya, namun tidak berarti sama sekali tidak ada hujan," jelasnya.

Baca juga: Anak 10 Tahun Jadi Korban Jambret di Pontianak Selatan, HP Berisi Kenangan Mendiang Ayah Raib

Fanni menambahkan, fenomena El Nino bukan satu-satunya faktor penentu terjadinya musim kemarau. Menurutnya, kemarau tetap merupakan siklus tahunan yang normal, meski intensitasnya bisa dipengaruhi kondisi iklim global.

"Perlu diketahui bahwa ada tidaknya El Nino, musim kemarau memang normalnya terjadi. Fenomena El Nino dapat mempengaruhi intensitas curah hujan di musim kemarau," tambahnya.

Berdasarkan prediksi curah hujan, wilayah Kalbar bagian selatan diperkirakan akan mengalami penurunan curah hujan yang cukup signifikan.

"Kalbar bagian selatan seperti Ketapang, Kayong Utara, sebagian Melawi dan sebagian Kubu Raya akan mengalami pengurangan curah hujan yang cukup signifikan," ungkapnya.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Kalbar lainnya juga diprediksi mengalami penurunan curah hujan, namun dengan intensitas yang relatif lebih rendah. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved