Pengamat Nilai Kelangkaan Susu UHT di Pasaran Bersifat Sementara

Andy Kurniawan Bong menyoroti kelangkaan susu UHT yang terjadi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
BERIKAN KETERANGAN - Pengamat Ekonomi Kalimantan Barat sekaligus Dosen Senior Universitas Tanjungpura dan Wakil Ketua Umum Koordinator Pulau Kalimantan Pengurus Pusat Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia, Andy Kurniawan Bong menyoroti kelangkaan susu UHT yang terjadi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir, Selasa 7 April 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Ia menilai kelangkaan susu UHT yang terjadi di pasaran dipicu meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Ia menyebut kelangkaan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dengan harapan pemerintah dapat melakukan penyesuaian terhadap pemenuhan kebutuhan susu UHT.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Pengamat Ekonomi Kalimantan Barat sekaligus Dosen Senior Universitas Tanjungpura dan Wakil Ketua Umum Koordinator Pulau Kalimantan Pengurus Pusat Ikatan Cendekia Tionghoa Indonesia, Andy Kurniawan Bong menyoroti kelangkaan susu UHT yang terjadi di pasaran dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menilai kelangkaan susu UHT yang terjadi di pasaran dipicu meningkatnya kebutuhan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kelangkaan pasokan susu UHT kotak di pasar retail modern itu sedang terjadi di seluruh Indonesia. Nah, ini diduga karena program makan bergizi gratis (MBG) mulai berjalan seiring dengan mulai masuknya anak sekolah pada pekan ini,” ujarnya, Selasa 7 April 2026. 

Ia menyebut kelangkaan tersebut diperkirakan hanya bersifat sementara dengan harapan pemerintah dapat melakukan penyesuaian terhadap pemenuhan kebutuhan susu UHT.

Ia menjelaskan, kebutuhan susu dalam program tersebut cukup besar. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), susu UHT menjadi salah satu komponen dalam menu yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam satu kali distribusi, setiap SPPG membutuhkan sekitar 3 ribu kotak susu ukuran kecil. 

Jika dikemas dalam dus berisi 24 kotak maka kebutuhan mencapai sekitar 125 dus untuk satu jadwal MBG.

Baca juga: Susu UHT Langka di Pontianak, Pelaku Coffee Shop Siapkan Alternatif

Dengan jumlah SPPG di seluruh Indonesia yang mencapai 19.188 unit, kebutuhan susu UHT menjadi sangat besar. 

Meski demikian, tidak seluruh SPPG diwajibkan untuk menyediakan susu dalam program tersebut.

Andy menilai, pemberian susu dalam program MBG sebaiknya disesuaikan dengan kondisi daerah, terutama bagi wilayah yang memiliki sapi perah.

“Kalau banyaknya permintaan, sedangkan suplainya belum siap, tentu akan terjadi kelangkaan sehingga berakibat pada sektor makanan dan minuman yang mencampurkan susu UHT itu,” katanya.

Di sisi lain, Kota Pontianak yang memiliki pertumbuhan coffee shop cukup pesat juga turut terdampak mengingat susu UHT menjadi salah satu bahan utama dalam berbagai menu minuman kopi.

Menghadapi kondisi tersebut, Andy menyebut kelangkaan ini diprediksi hanya bersifat sementara seiring penyesuaian produksi terhadap meningkatnya permintaan.

Ia pun mengimbau pemerintah untuk segera mengambil langkah agar distribusi dan ketersediaan susu UHT kembali normal, sehingga tidak berdampak berkepanjangan.

Selain itu, masyarakat juga diminta tidak melakukan panic buying serta mulai mempertimbangkan penggunaan bahan alternatif.

“Untuk sementara apakah bisa dicarikan produk pengganti susu UHT, seperti salah satunya adalah oat milk. Itu susu dari bahan gandum, ya, kemudian bisa juga dari soya milk. Jadi, susu cair dari bahan kacang kedelai. Ini salah dua alternatif, ya. Mereka bisa cari penggantinya sambil menunggu pasokan yang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan itu,” jelasnya.

Selain oat milk dan soya milk, alternatif lain yang bisa digunakan antara lain susu bubuk instan, susu pasteurisasi, hingga susu UHT dalam kemasan botol atau literan yang stoknya masih tersedia.

Masyarakat juga dapat mencari pasokan di agen atau toko grosir, pasar tradisional, hingga toko kelontong jika stok di ritel modern kosong. Pemanfaatan toko online juga dapat menjadi pilihan untuk memperoleh produk dari luar daerah.

Lebih lanjut, Andy menambahkan bahwa kebutuhan kalsium tidak selalu harus dipenuhi dari susu, melainkan dapat diperoleh dari berbagai sumber makanan lain.

Beberapa di antaranya seperti ikan dan seafood (ikan teri dan sarden), sayuran hijau (pakcoy, brokoli, kale, dan selada air), produk kedelai (tahu dan tempe), serta kacang dan biji-bijian seperti chia seed dan wijen.

Selain itu, buah-buahan seperti jeruk, kiwi, jambu biji, dan pepaya juga dapat menjadi sumber tambahan kalsium untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved