Edi Kamtono Sebut Perbaikan Skala Rp2 hingga 3 Miliar Masih Bisa Diprioritaskan

perasional Dermaga Ferry Bardan–Siantan untuk sementara waktu dihentikan oleh Pemerintah Kota Pontianak guna mendukung proses penanganan

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya saat ini masih berupaya mencari solusi terbaik, termasuk meninjau kebutuhan anggaran perbaikan dermaga tersebut 
Ringkasan Berita:
  • Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya saat ini masih berupaya mencari solusi terbaik, termasuk meninjau kebutuhan anggaran perbaikan dermaga tersebut.
  • Ia menambahkan, selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah juga membuka peluang pendanaan dari sumber lain, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Operasional Dermaga Ferry Bardan–Siantan untuk sementara waktu dihentikan oleh Pemerintah Kota Pontianak guna mendukung proses penanganan dan rencana perbaikan fasilitas tersebut.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan pihaknya saat ini masih berupaya mencari solusi terbaik, termasuk meninjau kebutuhan anggaran perbaikan dermaga tersebut.

"Kita akan, sementara kita akan berjuang. Berjuang dulu dan dilihat dulu. Kalau cuma itu di bawah 3 sampai 2 miliar itu mungkin kita bisa aja kita prioritaskan," ujar Wali Kota Pontianak, Kamis 2 April 2026.

Ia menambahkan, selain mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pemerintah juga membuka peluang pendanaan dari sumber lain, seperti program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

"Misal memanfaatkan CSR yang ada sebenarnya bisa aja. Yang penting kan mereka bersedia membantu. Itu nggak ada masalah, malah bagus. Kalau ada perusahaan yang peduli," lanjutnya.

Baca juga: DPRD Pontianak Tekankan Prioritas Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan di Musrenbang RKPD 2027

Menurut Edi, langkah tersebut menjadi penting mengingat keterbatasan anggaran pemerintah daerah saat ini. Oleh karena itu, pihaknya telah mengarahkan jajaran terkait untuk mencari alternatif pendanaan lain.

"Sudah saya arahkan juga untuk mencari sumber-sumber dana lain. Di era sekarang kan kita tidak boleh berpaku aja dengan APBD kota yang sudah sangat terbatas," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pontianak terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk badan usaha milik negara (BUMN), badan usaha milik daerah (BUMD), serta perusahaan swasta.

"Tapi kita memanfaatkan juga atau berkolaborasi dengan badan usaha, dunia usaha, BUMN maupun BUMD, ataupun perusahaan-perusahaan swasta yang peduli dengan Kota Pontianak, ini kita sangat berterima kasih dan membuka diri," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved