Ditengah Efisiensi Anggaran, Gubernur Norsan Komitmen Prioritaskan Perbaikan Jalan Rusak Berat

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar telah mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan. 

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
TINJAU PEMBANGUNAN JALAN - Gubernur Ria Norsan saat meninjau perbaikan titik lokasi salah satu ruas jalan provinsi di Kalbar. 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan penanganan jalan akan difokuskan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan berat dan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi barang antarwilayah.
  • Ia menjelaskan, dalam kondisi keterbatasan fiskal daerah saat ini, pemerintah menerapkan pendekatan perbaikan secara bertahap dengan mengutamakan penanganan fungsional agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur jalan provinsi tetap menjadi prioritas utama pembangunan, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang dijalankan pemerintah daerah.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengatakan penanganan jalan akan difokuskan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan berat dan memiliki dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat serta distribusi barang antarwilayah.

Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan konektivitas antarwilayah di Kalbar tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat tidak terganggu.

“Penanganan jalan provinsi tetap menjadi fokus. Kami memprioritaskan ruas jalan yang rusak berat agar tetap dapat difungsikan dan konektivitas wilayah tetap terjaga,” ujar Norsan.

Ia menjelaskan, dalam kondisi keterbatasan fiskal daerah saat ini, pemerintah menerapkan pendekatan perbaikan secara bertahap dengan mengutamakan penanganan fungsional agar jalan tetap bisa dilalui masyarakat.

Gubernur Ria Norsan Imbau Warga Waspada Kemarau Panjang Akibat El Nino

“Kami memahami keinginan masyarakat agar jalan diperbaiki secara permanen. Namun dalam kondisi efisiensi, penanganan dilakukan secara bertahap. Yang penting jalan tetap bisa digunakan dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Pemprov Kalbar telah mengaktifkan kembali unit pemeliharaan jalan dan jembatan. 

Selain itu, pada Tahun Anggaran 2025 pemerintah daerah juga melakukan peningkatan konstruksi jalan sepanjang 40,30 kilometer yang tersebar di 22 ruas jalan provinsi.

Tidak hanya pada sektor jalan, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung lainnya, termasuk penanganan jaringan irigasi dengan cakupan layanan mencapai 9.172 hektare serta normalisasi saluran sepanjang 1.035 kilometer untuk mendukung produktivitas pertanian.

Meski demikian, Norsan mengakui bahwa pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Kalimantan Barat menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari tingginya curah hujan, kondisi geografis wilayah, hingga tingginya beban kendaraan yang mempercepat kerusakan jalan.

“Kami tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur secara bertahap sesuai kemampuan fiskal daerah,” katanya.

Pemprov Kalbar juga mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terkait kondisi jalan di berbagai daerah. 

Menurut Norsan, kritik dan saran dari masyarakat merupakan bagian penting dari pengawasan publik dalam proses pembangunan.

Ke depan, pemerintah berharap dukungan masyarakat tetap terjaga agar upaya peningkatan infrastruktur dapat berjalan optimal, sekaligus meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta konektivitas antarwilayah di Kalimantan Barat. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved