Ramadhan 2026
Hampir 20 Tahun Bertahan, Sotong Pangling Jadi Bagian Kuliner Ramadan di Pontianak
Setiap Ramadan, deretan pedagang sotong pangkong di Jalan Merdeka, Kota Pontianak, menjadi bagian dari kawasan kuliner yang ramai didatangi
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Di antara deretan stan yang menjajakan kuliner khas tersebut, ada satu usaha yang tetap menjaga tradisi lama, yakni lapak sotong pangkong milik keluarga Salsabila yang dikenal dengan nama Sotong Pangling (Pangkong & Giling).
- Bagi Salsabila, berjualan sotong pangkong bukan sekadar mencari nafkah. Usaha itu adalah warisan keluarga yang ia lanjutkan dari sang ayah, Samudera.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setiap Ramadan, deretan pedagang sotong pangkong di Jalan Merdeka, Kota Pontianak, menjadi bagian dari kawasan kuliner yang ramai didatangi Masyarakat saat malam hari.
Di antara deretan stan yang menjajakan kuliner khas tersebut, ada satu usaha yang tetap menjaga tradisi lama, yakni lapak sotong pangkong milik keluarga Salsabila yang dikenal dengan nama Sotong Pangling (Pangkong & Giling).
Bagi Salsabila, berjualan sotong pangkong bukan sekadar mencari nafkah. Usaha itu adalah warisan keluarga yang ia lanjutkan dari sang ayah, Samudera.
Sejak pertama kali dirintis pada 2006, lapak kecil tersebut perlahan menjadi bagian dari denyut kuliner malam Pontianak.
Kini, hampir dua dekade kemudian, usaha itu masih berdiri di tempat yang sama. Salsabila melanjutkan peran ayahnya, menjaga cita rasa sekaligus mempertahankan tradisi kuliner yang sudah lama dikenal masyarakat.
“Usaha ini sebenarnya sudah dimulai ayah saya sejak tahun 2006,” kata Salsabila kepada TribunPontianak.co.id, saat ditemui di lapaknya di kawasan Jalan Merdeka, Kota Pontianak, Rabu, 12 Maret 2026 malam.
Baca juga: Perkuat Sinergi dan Aksi Peduli Sosial, Manajemen Pegadaian Gelar Safari Ramadan di Pontianak
Meski masih diminati, ia mengakui suasana tahun ini sedikit berbeda. Jumlah pedagang sotong pangkong di sepanjang Jalan Merdeka tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.
Jika pada Ramadan 2025 terdapat sekitar 72 stan yang berjualan, tahun ini jumlahnya hanya sekitar 48 stan.
“Tahun ini memang ada penurunan. Sekarang sekitar 48 stan saja, sedangkan tahun lalu sekitar 72 stan di sepanjang Jalan Merdeka,” ujarnya.
Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut tidak terlalu memengaruhi minat pembeli. Aktivitas penjualan masih berjalan cukup baik, terutama saat malam Ramadan ketika masyarakat mulai berburu takjil dan kuliner khas Pontianak.
Untuk menjaga kualitas rasa, Salsabila memilih menggunakan sotong kering dengan kualitas terbaik sebagai bahan utama.
Menurutnya, sotong memiliki beberapa tingkatan kualitas atau grade dengan harga yang berbeda-beda di pasaran.
“Grade A sekitar Rp700 ribu per kilogram, grade B sekitar Rp500 ribu, grade C sekitar Rp350 ribu, dan grade D sekitar Rp150 ribu per kilogram,” jelasnya.
Sotong pangkong yang dijual kepada pelanggan dibanderol dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp100 ribu per porsi. Harga tersebut relatif stabil dan tidak mengalami perubahan berarti, baik pada hari biasa maupun saat Ramadan.
Dalam penyajiannya, pelanggan dapat memilih dua jenis sambal yang menjadi ciri khas sotong pangkong, yakni sambal ebi dan sambal kacang.
| Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Sekda Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Merakyat di Bulan Ramadan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo Duduk Melingkar Bersama Warga |
|
|---|
| IWO Landak dan HPI POU Bagi Sembako ke Kaum Dhuafa di Masjid Ismahayana |
|
|---|
| Waspada! 10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan |
|
|---|
| Lengkap! Niat Zakat Fitrah Sekeluarga Langsung atau Untuk Diri Sendiri hingga Anak Sesuai Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Pontianak-Rabu-12-Maret-2026-malam.jpg)