Imlek dan Cap Go Meh 2026

40 Naga Ikuti Ritual Bakar Naga di Sungai Raya, Penutup Rangkaian Cap Go Meh

Sebanyak 40 naga mengikuti prosesi ritual bakar naga dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
BAKAR NAGA - Ritual bakar naga dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh digelar di Pemakaman Yayasan Bhakti Suci, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 4 Maret 2026. Sebanyak 40 replika naga dibakar sebagai simbol mengembalikan naga setelah rangkaian atraksi Cap Go Meh. 
Ringkasan Berita:
  • Sekretaris Panitia Cap Go Meh, Adi Sucipto mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua lokasi untuk prosesi pembakaran naga yakni di Sungai Raya dan Siantan.
  • Adi menjelaskan, ritual bakar naga merupakan bagian dari rangkaian akhir perayaan Cap Go Meh setelah sebelumnya dilakukan prosesi buka mata naga.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBURAYA – Sebanyak 40 naga mengikuti prosesi ritual bakar naga dalam rangkaian perayaan Cap Go Meh di Pemakaman Tionghoa Yayasan Bhakti Suci di Jalan Adisucipto, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu 4 Maret 2026.

Sekretaris Panitia Cap Go Meh, Adi Sucipto mengatakan pihaknya telah menyiapkan dua lokasi untuk prosesi pembakaran naga yakni di Sungai Raya dan Siantan.

“Panitia sudah menyiapkan dua tempat untuk pembakar naga. Satu di Sungai Raya dan satu di Siantan. Jadi naga yang sudah mendaftar, sudah melaporkan kepada Panitia yang bakal di lokasi Sungai Raya ini sebanyak 40 grup. Kita akan melakukan prosesi bakar naga pada siang ini,” katanya.

Adi menjelaskan, ritual bakar naga merupakan bagian dari rangkaian akhir perayaan Cap Go Meh setelah sebelumnya dilakukan prosesi buka mata naga.

Menurutnya, replika naga yang telah diundang melalui ritual buka mata tersebut kemudian dikembalikan melalui prosesi pembakaran atau tutup mata.

“Karena naga yang buka mata kan diyakini dengan suhu tentunya pada saat prosesi buka mata itu diyakini akan membawa kebuntungan dan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk kita semua sepanjang tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan setelah naga selesai melakukan atraksi maupun parade di jalan, maka prosesi selanjutnya adalah mengembalikan naga tersebut melalui ritual bakar naga.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Gudang Produksi Kasur di Jalan Adisucipto Kubu Raya

“Jadi itu memang suatu hal yang bersamaan, diundang dan dikembalikan seperti itu,” jelasnya.

Adi berharap pelaksanaan ritual bakar naga tahun ini dapat berjalan dengan tertib.

Ia mengatakan panitia juga telah mendapat dukungan dari pemilik lahan yaitu Yayasan Bhakti Suci umtuk pelaksanaan prosesi pembakaran naga tersebut.

Ia juga menyebut panitia akan menyesuaikan jalannya kegiatan dengan waktu ibadah umat Muslim yang sedang menjalankan puasa.

“Ini sudah rangkaian terakhir karena setelah terbakar naga itu maka kita akan sudah kembali seperti biasa untuk menatap tahun depan yang akan datang lagi,” ucapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved