Andreas Acui Simanjaya Dapat Penghargaan dari MABT Kota Pontianak

Penghargaan ini diberikan atas inisiatif Andreas Acui dan Upaya mendirikan Majelis Adat Budaya Tionghoa pada tahun 2005.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
ISTIMEWA
MENYERAHKAN PENGHARGAAN - Ketua MABT Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim didampingi para Pengurus MABT Kota Pontianak menyerahkan penghargaan kepada Andreas Acui Simanjaya di Kantor MABT Kota Pontianak, Senin 1 Maret 2026 . 

Ringkasan Berita:
  • Penghargaan ini diberikan atas inisiatif Andreas Acui dan Upaya mendirikan Majelis Adat Budaya Tionghoa pada tahun 2005.
  • Ide mendirikan MABT awalnya tercetus oleh Kawannya bernama Herman, seorang Tionghoa Mualaf yang sering menemani perjalanan dinasnya keluar kota sebagai driver.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Andreas Acui Simanjaya mendapatkan penghargaan dari MABT Kota Pontianak di Kantor MABT Kota Pontianak, Senin 1 Maret 2026.

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Ketua MABT Kota Pontianak Hendry Pangestu Lim kepada Andreas Acui Simanjaya

Penghargaan ini diberikan atas inisiatif Andreas Acui dan Upaya mendirikan Majelis Adat Budaya Tionghoa pada tahun 2005.

"Saya berterima kasih atas Penghargaan yang diberikan oleh Ketua MABT Kota Pontianak kepada saya selaku orang yang pertama kali berinisiatif mengundang berbagai kalangan Tionghoa untuk mendirikan MABT, setelah melalui puluhan kali rapat diberbagai tempat dengan bantuan banyak pihak untuk ruang pertemuan dan konsumsi, kemudian saya bersama banyak tokoh masyarakat mendirikan MABT secara resmi secara hukum di Notaris Ali, dimana sebelumnya membentuk Tim Formatur bersama Tokoh Masyarakat antara lain Bapak Santyoso, Surjanto, Adhie Rumbee, Su Mian, Budi Santoso, Erick Martio dan lain-lain," ujar Andreas Acui Simanjaya kepada Tribun Pontianak.

Lebih lanjut Andreas mengatakan Ide mendirikan MABT awalnya tercetus oleh Kawannya bernama Herman, seorang Tionghoa yang sering menemani perjalanan dinasnya keluar kota sebagai driver.

"Herman ini juga merupakan kawan 1 Angkatan di SMA Santo Petrus dimana kami sama-sama tamat SMA tahun 1986. Kami pada waktu sama - sama menyadari bahwa Kalangan Tionghoa perlu ada Majelis Adat Budaya untuk pelestarian Adat Budaya dan juga dalam berkomunikasi dengan entitas Adat dan Budaya dari berbagai Suku yang terdapat di Kalimantan Barat," ceritanya.

Michael Smith / Huat Jong Politisi dari Gerindra, Tokoh PengusahaTionghoa mengapresiasi penghargaan yang diberikan MABT Kota Pontianak kepada Andreas Acui Simanjaya.

Baca juga: Berikut Susunan Lengkap Pengurus DPP MABT Indonesia 2025–2030

"Langkah tepat & patut dicontoh Ketua MABT Kota Pontianak Hendri Pangestu Lim memberikan piagam penghargaan kepada saudara Andreas Acui Simanjaya sebagai inisiator, pencetus & penggagas dan kemudian bersama beberapa tokoh Tionghoa lain mendirikan MABT (Majelis Adat Budaya Tionghoa) di mana dengan tujuan Mulia untuk melestarikan tradisi & budaya Tionghoa. Dimana dengan penghargaan ini juga sebagai contoh tidak melupakan jasa, budi baik seseorang yang telah berjasa & sesuai dengan budaya & tradisi Tionghoa," ucapnya.

Andreas Acui Simanjaya merupakan sosok yang dikenal di Kalimantan Barat. 

Effendi Tokoh Pemuda Bugis mengenal Acui Simanjaya yang sudah sejak lama, ia melihat Acui Simanjaya sebagai sosok yang antusias dan peduli dengan sosial kemasyarakatan.

"Banyak ide ide bagus yang Bang Acui sampaikan untuk kebaikan masyarakat. Salah satu bentuk Ide Briliant beliau adalah menginisiasi pembentukan MABT dengan tujuan menjadikan MABT sebagai gerbang komunikasi yang setara dengan berbagai organisasi berbasis kesukuan yang lain di Kalbar.
Dahulu setiap ada kejadian yang bersangkutan dengan Suku Tionghoa, tidak ada lembaga yang cukup pas untuk mewakili dialog dalam mencari penyelesaian. Dengan terbentuknya MABT maka banyak persoalan kesenjangan komunikasi bisa diatasi," ujarnya.

Menurutnya, seharusnya sejak dahulu penghargaan dari berbagai pihak untuk Acui atas inisiatifnya mendorong pembentukan MABT diberikan.

"Mungkin karena ego masing-masing tokoh atau mungkin luput dari perhatian sehingga baru hari ini Acui mendapatkan perhatian, saya sebagai elemen masyarakat mengucapkan terima kasih khususnya kepada Hendry Pangestu Lim selaku Ketua MABT yang secara bijak melakukan hal ini untuk Bang Acui," ujarnya.

Baca juga: OSO Nilai MABT Indonesia Berperan Bangun Komunikasi dan Kerukunan Antarsuku

Ia berharap kedepannya semoga MABT ini dapat menjadi aset daerah utk semua orang serta masyarakat kota Pontianak  khususnya dan Prov Kalbar umumnya.

"Jangan sampai MABT ini kedepan kiprahnya hanya dimanfaat oleh orang yang tidak bertanggung jawab, untuk kepentingan sejelompok orang saja, maka demi menjaga Marwah MABT khuhusnya Masyarakat Tionghoa harus melibatkan diri secara serentak dan sukarela untuk mengawal kinerja dan peran aktif MABT ke hal - hal yang positif demi kemaslahatan masyarakat. Saya sebagai bagian dari masyarakat kota Pontianak mendukung sepenuhnya atas keberadaan MABT serta kiprahnya selama ini, mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan kehidupan masyarakat kota Pontianak disemua sektor kehidupan dengan prinsip bersatu kita teguh bercerai kita runtuh," tutupnya.

Dukungan dan ucapan selamat juga datang dari berbagai elemen, antara lain dari David Oendoen Ketua Umum Garda Borneo. 

Andreas Acui Simanjaya menyampaikan niat kedepannya akan membentuk Forum Pendiri MABT sebagai sebuah tim pemikir untuk mengawal perjalanan MABT kedepannya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved