Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Api Dipastikan Muncul di Mempawah
BPBD Kalimantan Barat mencatat sebanyak 311 titik panas terdeteksi di wilayah Kalbar berdasarkan prakiraan BMKG.
Penulis: Chris Hamonangan Pery Pardede | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan dari total 311 titik panas tersebut, 11 titik berkategori rendah, 257 kategori menengah, dan 43 kategori tinggi tingkat kepercayaannya.
- Daniel merinci, sebaran titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Sambas tercatat 11 titik, terdiri dari 10 titik tingkat kepercayaan menengah dan satu titik tinggi.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat mencatat sebanyak 311 titik panas terdeteksi di wilayah Kalbar berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang diperbarui pada 1 Maret pukul 00.00 hingga 23.00 WIB.
Koordinator Harian Pusdalops Penanggulangan Bencana BPBD Kalbar, Daniel, mengatakan dari total 311 titik panas tersebut, 11 titik berkategori rendah, 257 kategori menengah, dan 43 kategori tinggi tingkat kepercayaannya.
"Yang kategori tinggi ini yang kita curigai sebagai api, namun untuk memastikannya dilakukan ground check oleh BPBD kabupaten/kota dan tim patroli terpadu,x ujarnya saat diwawancarai, pada Senin, 2 Maret 2026.
Daniel merinci, sebaran titik panas tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Kabupaten Sambas tercatat 11 titik, terdiri dari 10 titik tingkat kepercayaan menengah dan satu titik tinggi. Kabupaten Mempawah terdapat 98 titik, dengan rincian dua titik rendah, 77 menengah, dan 19 tinggi.
Kabupaten Sanggau terpantau empat titik menengah, Kabupaten Ketapang 39 titik (satu rendah dan 38 menengah), serta Kabupaten Sintang dua titik menengah.
Kabupaten Bengkayang mencatat 23 titik, terdiri dari 20 menengah dan tiga tinggi. Kabupaten Landak terdapat 22 titik (satu rendah, 17 menengah, dan empat tinggi).
Selanjutnya, Kabupaten Sekadau dua titik (satu rendah dan satu menengah), Kabupaten Kayong Utara satu titik menengah, Kabupaten Melawi satu titik menengah, dan Kabupaten Kubu Raya sebanyak 104 titik dengan rincian lima rendah, 83 menengah, dan 16 tinggi.
Sementara itu, Kota Pontianak terpantau satu titik rendah dan Kota Singkawang tiga titik menengah.
Baca juga: Jaksa Tetapkan 2 Pejabat Bawaslu Pontianak Sebagai Tersangka Dana Hibah
Dari hasil pengecekan lapangan, api dipastikan muncul di Kabupaten Mempawah, tepatnya di Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh.
"Sudah diberangkatkan dua tim perbantuan dari Satgas Karhutla BPBD Provinsi untuk membantu BPBD Kabupaten Mempawah melakukan operasi pemblokiran, pembasahan, dan pemadaman," katanya.
Terkait status penanganan, Daniel menyebut Kabupaten Mempawah sebelumnya menetapkan status tanggap darurat sejak 12 Februari hingga 25 Februari 2026.
Meski masa tanggap darurat telah berakhir, status tersebut dapat diperpanjang apabila kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih memerlukan penanganan secara masif.
Sejumlah daerah lain juga telah menetapkan status siaga darurat, di antaranya Kabupaten Kubu Raya hingga 31 Desember 2026, Kabupaten Ketapang hingga 15 April 2026, Kabupaten Sambas hingga 19 April 2026, Kabupaten Mempawah hingga 31 Desember 2026, serta Kabupaten Sanggau hingga Desember 2026.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menetapkan status siaga bencana asap akibat karhutla tingkat provinsi mulai 2 Februari 2026 hingga 15 November 2026.
"Wilayah yang sudah menetapkan status siaga seperti Kubu Raya, Mempawah, Sanggau, dan Ketapang merupakan daerah yang terdampak asap. Namun karena masih status siaga, artinya kondisi masih dalam tahap terkendali," jelas Daniel. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Update Harga Sembako Kalbar 11 April 2026, Cabai Rawit Tembus Rp122 Ribu per Kg |
|
|---|
| Kadis Kesehatan Sambas Dorong Dapur MBG Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi |
|
|---|
| Tinjau Distribusi MBG di SMKN 1 Sukadana, Ria Norsan: Cegah Stunting dan Ajak Siswa Rajin Belajar |
|
|---|
| Cek Langsung ke Putussibau, Harisson Tegaskan WFH Tak Ganggu Pelayanan |
|
|---|
| Pengamat Nilai 92 SPPG Yang Tersuspensi di Kalbar Bukti Keseriusan Pemerintah Benahi Standar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/BPBD-Kalimantan-Barat-Daniel-saat.jpg)