Menjawab Kepanikan Keluarga, Jemaah PT Menara Tanjung Dipastikan Aman
Sri Wahyuni, memastikan keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah yang dikelola perusahaannya tidak terdampak oleh situasi keamanan di Timur Tengah
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pimpinan Direktur PT Menara Tanjung, Sri Wahyuni, memastikan keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah yang dikelola perusahaannya tidak terdampak oleh situasi keamanan di Timur Tengah menyusul serangan Israel terhadap Iran.
Sri Wahyuni menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada 28 Februari 2026, sementara keberangkatan jemaah PT Menara Tanjung telah dilakukan sebelumnya.
"Alhamdulillah keberangkatan kita kemarin sudah lewat, sebelum kejadian," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co,id, di Kantor Pusat, Jl Parit Haji Husein 2 Komplek Fajar Permai No. BB2 Pontianak Kalbar.
Saat ini, PT Menara Tanjung memberangkatkan lebih dari 100 jemaah. Sebanyak 36 jemaah berada di Madinah, sementara 94 jemaah berada di Mekah.
Terkait kepulangan, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa berdasarkan informasi resmi dari Garuda Indonesia, penerbangan langsung dari Jeddah ke Jakarta tidak mengalami penundaan.
"Kalau yang langsung Jeddah–Jakarta itu insya Allah tidak mengalami penundaan. Yang diberhentikan itu yang lewat Qatar," katanya.
Ia menambahkan bahwa kepulangan jemaah dijadwalkan pada 4 dan 5 Maret 2026 dengan penerbangan langsung menggunakan Garuda.
Setibanya di Indonesia, jemaah akan melanjutkan perjalanan hingga Pontianak.
Baca juga: Polres Sekadau Ungkap Kasus Curanmor Kurang dari 24 Jam, Pelaku Dibekuk di Pontianak
Selain Garuda, PT Menara Tanjung juga kerap menggunakan Lion Air karena adanya fasilitas tambahan penerbangan daerah demi kenyamanan jemaah.
"Untuk kenyamanan, itu visi kita. Harapan kita jemaah berangkat nyaman dan pulang pun nyaman," ungkapnya.
Sri Wahyuni mengakui bahwa situasi geopolitik tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan jemaah dan keluarga di Tanah Air.
"Yang di Mekah panik, keluarga di sini juga panik, nanya pulang terganggu atau tidak," terangnya.
Namun demikian, ia berharap kondisi ini tidak mengganggu pelaksanaan ibadah, terlebih menjelang musim haji.
"Harapan kita jangan sampai menghambat ibadah umat Islam. Alhamdulillah, kita mengambil kemungkinan dengan risiko yang paling kecil," tutupnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Ketapang Berduka! Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Hanta Terkonfirmasi di RSUD dr Agoessdjam |
|
|---|
| Potensi Wisata Simpang Dua Ketapang, Dari Bukit Batu Daya hingga Air Terjun Eksotis |
|
|---|
| Operasi Pekat Kapuas 2026 di Mempawah Ungkap 14 Kasus, Premanisme hingga Narkoba Jadi Prioritas |
|
|---|
| Angka Stunting di Kota Singkawang Capai 21,9 Persen Sesuai Data SSGI 2024 |
|
|---|
| Sekda Kota Singkawang Hadiri FGD Rencana Sekolah Nasional Terintegrasi, Usulkan Tiga Sekolah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Sri-Wahyunisaat-diwawan.jpg)