Breaking News

Pegiat Sejarah Sebut Meriam Karbit Bukan Sekadar Dentuman, Tapi Identitas Pontianak

Tak hanya menjadi hiburan, Meriam Karbit juga berfungsi sebagai sarana komunikasi masyarakat, sekaligus penanda waktu berbuka puasa

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
PEGIAT SEJARAH - Pegiat sejarah Ahmad Sofian menyampaikan bahwa tradisi Meriam Karbit merupakan bagian tak terpisahkan dari perjalanan sejarah Kota Pontianak, terutama masyarakat yang tinggal di kawasan tepian Sungai Kapuas, Minggu 1 Maret 2026. 

Ia menambahkan, kesamaan proses tersebut penting terus diajarkan kepada generasi muda sebagai bagian dari transfer pengetahuan lokal.

Ahmad Sofian juga mengusulkan kepada Pemerintah Kota Pontianak agar kriteria penilaian dalam festival Meriam Karbit tidak semata-mata menitikberatkan pada dentuman terbaik. 

Ia menyarankan adanya kategori tambahan, seperti tim terbaik dalam proses pengangkatan batang dari sungai, batang tertua yang masih digunakan, proses perawatan terbaik, hingga tingkat keterlibatan anak-anak.

"Ini bisa menjadi trigger untuk meningkatkan semangat masyarakat menjaga dan melestarikan Meriam Karbit," tambahnya. 

Ia memastikan proses regenerasi masih berlangsung, dengan keterlibatan anak-anak dan generasi muda dalam pembuatan serta permainan meriam, meski tetap memerlukan dorongan agar tradisi tersebut terus bertahan.

Bagi Ahmad Sofian, Meriam Karbit bukan sekadar suara dentuman, tetapi simbol identitas, kearifan lokal, serta harmoni sosial yang harus dirawat lintas generasi. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved