Spesialis Kedokteran Olahraga Ingatkan Pentingnya Konsistensi dan Keamanan
dr. Izzuddin Fathoni, Sp.K.O Subsp APK (K), mengungkapkan bahwa bersepeda merupakan aktivitas olahraga
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Ia menjelaskan, secara aerobik, bersepeda mampu membantu mencegah serta memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Selain itu, bersepeda juga bermanfaat dalam memperbaiki kondisi metabolik tubuh serta menjaga kesehatan mental.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga di RSUD dr Soedarso, dr. Izzuddin Fathoni, Sp.K.O Subsp APK (K), mengungkapkan bahwa bersepeda merupakan aktivitas olahraga yang bersifat aerobik sekaligus low impact sehingga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Ia menjelaskan, secara aerobik, bersepeda mampu membantu mencegah serta memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah.
"Bersepeda adalah aktivitas berolahraga yang bersifat aerobik dan low impact. Secara aerobik artinya dia akan bisa mencegah dan memperbaiki kesehatan jantung dan pembuluh darah," ujarnya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co.id, Sabtu 21 Februari 2026.
Selain itu, bersepeda juga bermanfaat dalam memperbaiki kondisi metabolik tubuh serta menjaga kesehatan mental.
Aktivitas aerobik yang dilakukan secara rutin, kata dia, dapat memicu pelepasan hormon endorfin yang berperan dalam meningkatkan suasana hati.
"Kemudian bermanfaat untuk mencegah dan memperbaiki kondisi metabolik tubuh dan sangat berguna untuk kesehatan mental, karena nanti akan muncul endorfin," jelasnya.
Ia menambahkan, istilah low impact pada bersepeda berarti olahraga tersebut tidak memberikan tekanan langsung yang berat pada tubuh, terutama tulang, sendi, dan otot.
Baca juga: Eksis Sejak 2014, Museum Cycling Community Gaungkan Sehat dan Silaturahmi Lewat Gowes Jarak Jauh
"Artinya olahraga ini tidak terlalu melawan gravitasi sehingga tidak memberatkan struktur tubuh, terutama tulang, sendi, dan otot kita. Ini cukup aman untuk orang-orang dengan obesitas yang ingin memperbaiki profil lemaknya tanpa mengalami cedera muskuloskeletal secara langsung," katanya.
Untuk mendapatkan manfaat kesehatan secara optimal, dr. Izzuddin mengacu pada rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), yakni bersepeda secara rutin selama 30 hingga 60 menit per sesi dengan frekuensi tiga sampai lima kali per minggu.
Ia juga menilai aktivitas bersepeda bersama atau gowes komunitas dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
"Gowes bersama bisa meningkatkan imun, karena aktivitas aerobik ini memperbaiki sirkulasi darah, sel imun menjadi lebih baik, kualitas tidur lebih bagus dan secara metabolik juga baik," ungkapnya.
Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjaga durasi, frekuensi, dan intensitas latihan agar manfaat yang diperoleh maksimal serta terhindar dari overtraining.
"Harus konsisten dalam durasi, frekuensi per minggu, dan intensitas yang stabil. Aktivitas gowes ini bisa meningkatkan imun terhadap infeksi ringan apabila dilakukan dengan cara yang benar, pemulihan yang baik dan tidak overtraining," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan bersepeda yang sesuai untuk mencegah cedera maupun risiko kecelakaan.
"Perlengkapan harus sesuai, jangan sampai membuat kita cedera baik karena aktivitasnya maupun karena kecelakaan, misalnya bertabrakan dengan transportasi lain atau kondisi lingkungan yang kurang mendukung," katanya.
| Cuaca Kalbar Besok 5 Mei 2026 di 14 Daerah! Waspada Hujan Lebat di Sintang–Kapuas Hulu |
|
|---|
| Waspada Modus Pinjam Motor Ambil Uang di ATM, Pria di Sanggau Nekat Bawa Kabur Honda ADV Rp27 Juta |
|
|---|
| Buruh di Perbatasan Sajingan Besar Sambas Bersihkan Sampah Peringati May Day |
|
|---|
| Vaksin Rabies Untuk Tahun 2026 di Kabupaten Landak Masih Aman |
|
|---|
| Pemkab Landak Siapkan Hewan Kurban Bantuan Dari Presiden |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Dokter-Spesialis-Kedokteran-Olahraga-di-RS.jpg)