Dinkes Pontianak Lengkapi Puskesmas Baru dengan IGD dan USG, Perkuat Layanan Kesehatan Warga
Saptiko, menyampaikan bahwa Puskesmas baru kini telah dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD)
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Selain penambahan IGD, Dinas Kesehatan juga memperbarui dan melengkapi fasilitas penunjang medis, termasuk alat USG untuk pemeriksaan kehamilan serta pembaruan laboratorium.
- Ia menambahkan, saat ini seluruh Puskesmas di Kota Pontianak telah memiliki fasilitas USG dan dokter yang bertugas pun sudah mendapatkan pelatihan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Dr. Saptiko, menyampaikan bahwa Puskesmas baru kini telah dilengkapi dengan Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Untuk Puskesmas baru ini, ini sudah ada IGD ya. Tahun kemarin belum ada IGD, sekarang sudah ada IGD yang bisa melayani masyarakat. Tapi sementara memang belum bisa untuk sore hari karena perlu tambahan tenaga yang banyak," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, Kamis 12 Februari 2026.
Selain penambahan IGD, Dinas Kesehatan juga memperbarui dan melengkapi fasilitas penunjang medis, termasuk alat USG untuk pemeriksaan kehamilan serta pembaruan laboratorium.
"Kemudian untuk peralatan kita sudah lengkapi dengan seperti pemeriksaan hamil pakai USG. Kemudian laboratorium kita perbarui jadi ini untuk meningkatkan pelayanan ke masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini seluruh Puskesmas di Kota Pontianak telah memiliki fasilitas USG dan dokter yang bertugas pun sudah mendapatkan pelatihan.
"Ya, seluruh Puskesmas kita sudah punya USG dan semua dokternya sudah dilatih untuk bisa menggunakan. Terutama untuk pemeriksaan kehamilan," katanya.
Dari sisi kunjungan, jumlah pasien di Puskesmas tersebut tergolong tinggi. Saat pertama kali dibuka, jumlah pasien bahkan mencapai 200 orang per hari.
"Di sini kemarin pada waktu baru buka itu bisa sampai 200 sehari pasien. Rata-rata memang kalau di Puskesmas di Kota Pontianak antara 100 sampai 200 per hari," ungkapnya.
Untuk layanan tenaga medis, saat ini Puskesmas masih didominasi oleh dokter umum. Namun, di beberapa lokasi terdapat kunjungan dokter spesialis anak dan kandungan sesuai jadwal tertentu.
Baca juga: Resmikan Puskesmas Paris II, Wali Kota Ingatkan Front Office Jangan Cemberut
"Sementara sih di sini dokter umum. Cuma ada di beberapa tempat itu ada kunjungan dari dokter spesialis anak dan kandungan. Tapi tidak setiap hari, ada jadwalnya mereka," tuturnya.
Tak hanya itu, sejumlah Puskesmas juga telah dilengkapi dengan layanan psikolog untuk menjawab kebutuhan kesehatan mental masyarakat, khususnya remaja.
"Ya, di beberapa Puskesmas. Kemudian kita juga di beberapa Puskesmas sudah dilengkapi dengan psikolog. Untuk mengatasi kan sekarang banyak remaja-remaja yang mengalami gangguan kejiwaan atau itulah masalah itu. Makanya kita di setiap kecamatan sudah ada psikolog," paparnya.
Terkait sistem rujukan, pasien tetap dapat menggunakan BPJS Kesehatan untuk dirujuk ke rumah sakit sesuai ketentuan.
"Tetap bisa untuk rujukan terutama BPJS ini bisa ke mana-mana saja, terus ke rumah sakit," tegasnya.
Dr. Saptiko juga menjelaskan bahwa bangunan Puskesmas telah mengikuti prototipe dari Kementerian Kesehatan serta menerapkan sistem Integrasi Layanan Primer (ILP).
"Untuk sistem pelayanan kan kita ini bangunan juga sudah sesuai dengan prototip dari Kemenkes. Itu menyelesaikan juga pelayanan yang ada. Kita kan sekarang pelayanannya pakai integrasi layanan primer. Jadi bukan berdasarkan penyakit tapi berdasarkan usia. Jadi itu sudah mengakomodir itu semua," pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Wali Kota Edi Kamtono Siapkan Konsep Baru Pasar di Pontianak |
|
|---|
| Dugaan Keracunan MBG di SDN 23 Sungai Ambawang, Dinkes Kubu Raya Lakukan Pemeriksaan Laboratorium |
|
|---|
| Saka Gin Ekspansi ke Pontianak: Definisikan Makna Premium Melalui Identitas Lokal |
|
|---|
| Kasus Nafkah Anak Masuk Lima Besar Pengaduan, KPAD Pontianak Usulkan Pemblokiran NIK Ayah Lalai |
|
|---|
| KPAD Pontianak Usulkan Sanksi Administratif bagi Ayah Abaikan Nafkah Anak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kota-Pontia.jpg)