Puluhan Guru Ikuti Pelatihan Pemrograman Blok Berbasis MOOC dari Universitas PGRI Pontianak

Ketua Tim PKM, Febrianto Sabirin, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru sekaligus membekali mereka dengan

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
PELATIHAN - Sebanyak 30 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan pemrograman blok yang diselenggarakan tim dosen Universitas PGRI Pontianak, Jumat 6 Februari 2026. 
Ringkasan Berita:
  • Pelatihan tersebut memanfaatkan platform pembelajaran daring berbasis Adaptive Massive Open Online Course (MOOC).
  • Melalui metode ini, peserta dapat belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing, sehingga materi lebih mudah dipahami.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 30 guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kalimantan Barat mengikuti pelatihan pemrograman blok yang diselenggarakan tim dosen Universitas PGRI Pontianak, Jumat 6 Februari 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2025 yang didanai melalui APBL Universitas PGRI Pontianak.

Pelatihan tersebut memanfaatkan platform pembelajaran daring berbasis Adaptive Massive Open Online Course (MOOC).

Melalui metode ini, peserta dapat belajar sesuai kemampuan dan kecepatan masing-masing, sehingga materi lebih mudah dipahami.

Salon Sekaligus Kafe, C&C Salon and Cafe Hadirkan Konsep Baru di Pontianak

Fokus utama pelatihan adalah pengenalan konsep dasar pemrograman blok menggunakan aplikasi ramah pemula seperti Scratch dan Blockly. 

Selain mendapatkan materi teori, para guru juga dibekali praktik langsung melalui tugas-tugas terstruktur dengan pendampingan intensif dari tim dosen.

Ketua Tim PKM, Febrianto Sabirin, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru sekaligus membekali mereka dengan keterampilan abad ke-21.

“Guru dituntut memiliki literasi digital dan keterampilan abad ke-21. Dengan pemrograman blok, mereka tidak hanya belajar logika algoritma, tetapi juga dapat langsung mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta mendapatkan bimbingan intensif sehingga kendala teknis dapat diatasi dengan cepat. 

Hasil awal menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru terhadap logika pemrograman serta kemampuan berpikir komputasional.

Para peserta juga memberikan respons positif terhadap metode adaptif berbasis MOOC yang dinilai fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing guru.

Anggota tim pengabdian, Dewi Sulistiyarini, menambahkan kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi guru, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi media pembelajaran berbasis digital.

“Kami ingin guru tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta media pembelajaran interaktif yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved