Laka Lantas di Kalbar Masih Tinggi, Polisi Soroti Human Error dan Kelayakan Kendaraan

Menurutnya, Ditlantas Polda Kalbar juga telah melakukan berbagai upaya preventif, seperti penyebaran pamflet, brosur, stiker, pemberian

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
WAWANCARA - Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Ricky Renerika Riyanto (tengah) saat berada di Polsek Kawasan Pelabuhan Dwikora, Kecamatan Pontianak Kota. Ia mengatakan pihak kepolisian terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. 
Ringkasan Berita:
  • Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Ricky Renerika Riyanto, mengatakan pihak kepolisian terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.
  • AKBP Ricky menjelaskan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human error, kondisi struktur jalan, serta kebiasaan pengemudi yang kurang tertib.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di wilayah Kalimantan Barat masih tergolong tinggi. 

Salah satu insiden terbaru terjadi di Kabupaten Ketapang yang mengakibatkan seorang anggota DPRD Ketapang meninggal dunia.

Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Kalbar, AKBP Ricky Renerika Riyanto, mengatakan pihak kepolisian terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya.

"Langkah yang sudah kami lakukan antara lain pengendalian melalui penerangan dan penyuluhan, serta penindakan yang diterapkan kepada seluruh lapisan masyarakat," ujar AKBP Ricky saat dikonfirmasi pada Kamis, 29 Januari 2026.

AKBP Ricky menjelaskan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh faktor human error, kondisi struktur jalan, serta kebiasaan pengemudi yang kurang tertib.

Pemprov Kalbar Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Imlek dan Ramadan

Menurutnya, Ditlantas Polda Kalbar juga telah melakukan berbagai upaya preventif, seperti penyebaran pamflet, brosur, stiker, pemberian imbauan dan arahan, hingga penempatan personel di daerah rawan kecelakaan.

Namun demikian, ia menilai faktor kelayakan kendaraan, penguasaan cara mengemudi, kondisi psikologis pengemudi, serta kebiasaan ingin cepat sehingga laju kendaraan tidak terkontrol masih menjadi penyebab utama tingginya angka kecelakaan. 

Kondisi tersebut diperparah dengan struktur jalan yang kurang memadai, baik dari segi marka jalan, bahu jalan, maupun badan jalan.

Untuk kendaraan roda dua, kecelakaan didominasi akibat kurangnya perhatian dan pemahaman pengendara saat berada di persimpangan, menerobos lampu lalu lintas, kurangnya penguasaan teknik berkendara, serta kecepatan tinggi.

"Banyak pengendara yang masih menganggap remeh aturan, tanda peringatan, dan rambu himbauan yang sudah kita pasang di seluruh ruas jalan, baik di dalam kota maupun luar kota," tegasnya.

Sementara itu, AKBP Ricky menyebut kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda empat atau lebih banyak dipicu oleh faktor kelayakan kendaraan, kecepatan, serta sikap pengemudi di jalan. 

Adapun untuk kendaraan angkutan, kecelakaan didominasi oleh kendaraan yang tidak layak jalan, muatan melebihi tonase badan jalan, dimensi kendaraan yang besar, serta kurangnya pengetahuan pengemudi terkait blind spot.

"Terkait banyaknya kecelakaan akibat human error maupun kelayakan kendaraan, kami akan menerapkan penegakan hukum (gakkum) terhadap semua kendaraan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan dan terindikasi menimbulkan fatalitas tinggi," pungkas AKBP Ricky. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved