Pemprov Kalbar Gelar Gerakan Pangan Murah Jelang Imlek dan Ramadan

Selain komoditas bersubsidi, GPM juga menyediakan berbagai bahan pangan lain yang dijual dengan harga produsen, agen, maupun distributor.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
GERAKAN PANGAN MURAH - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan Ramadan 1447 Hijriah. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Manto, mengatakan kegiatan ini merupakan program terpadu yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.
  • Selain komoditas bersubsidi, GPM juga menyediakan berbagai bahan pangan lain yang dijual dengan harga produsen, agen, maupun distributor.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi daerah menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek dan Ramadan 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Barat, Manto, mengatakan kegiatan ini merupakan program terpadu yang bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau.

"Kegiatan ini sebetulnya kegiatan terpadu antara gerakan pangan murah, di mana kita mensubsidi beberapa komoditas primer dengan kualitas premium, seperti beras premium, gula premium, dan minyak goreng premium," kata Manto saat diwawancara tribunpontianak.co.id di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kalbar, Jl Adisucipto, Kamis 29 Januari 2026.

Selain komoditas bersubsidi, GPM juga menyediakan berbagai bahan pangan lain yang dijual dengan harga produsen, agen, maupun distributor.

"Sehingga harga yang ditawarkan dipastikan lebih murah dari harga normal di pasar," ujarnya.

Manto menjelaskan, gerakan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mencegah praktik permainan harga yang dapat memicu inflasi dan memberatkan masyarakat.

Dorong Ketahanan Pangan, Kapolsek Mukok Tinjau Lahan Jagung dan Kesiapsiagaan Damkar PT MPE

"Tujuannya tentu untuk pengendalian inflasi, agar tidak ada pihak-pihak yang berani bermain harga dan menaikkan harga secara semena-mena," tegasnya.

Ia menambahkan, program subsidi ini diprioritaskan bagi masyarakat menengah ke bawah, khususnya masyarakat kurang mampu. Namun demikian, kegiatan ini tetap terbuka untuk umum.

"Bagi masyarakat yang tidak sempat mendapatkan voucher subsidi atau memang tidak berkepentingan dengan voucher, tetap bisa berbelanja berbagai komoditas yang dijual di sini dengan harga yang pasti lebih murah," katanya.

Selain penjualan pangan murah, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan kampanye penganekaragaman konsumsi pangan.

"Kami mengajak masyarakat Kalimantan Barat untuk memilih makanan yang bergizi seimbang, beragam, dan aman untuk dikonsumsi," ungkap Manto.

Menjelang Imlek dan hari besar keagamaan lainnya, Dinas Ketahanan Pangan Kalbar juga rutin memantau harga dan ketersediaan pangan di seluruh wilayah.

"Kami setiap hari memonitor harga setiap komoditas di seluruh Kalimantan Barat, sekaligus memantau ketersediaannya di berbagai distributor dan supplier," jelasnya.

Jika ditemukan komoditas dengan stok terbatas, pihaknya segera mendorong pelaku usaha untuk melakukan pemesanan lebih awal guna mencegah kelangkaan.

"Kami ingin tindakan antisipatif dilakukan lebih cepat, agar tidak terjadi kelangkaan, terutama menjelang Imlek. Contohnya telur, produksinya cukup, hanya perlu pengaturan distribusi antar daerah," pungkas Manto. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved