Usmandy Nilai Optimalisasi PAD Mampu Berikan Dampak Besar Terhadap Pembangunan di Kalbar
Dia juga bilang, Pemprov Kalbar perlu melakukan langkah-langkah konkret dalam menggali potensi PAD, baik melalui optimalisasi pajak daerah
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Adapun penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp300 miliar yang bersumber dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025.
- Usmandy menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya serius dalam meningkatkan PAD agar struktur keuangan daerah semakin sehat dan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Usmandy berharap agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dapat memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun Anggaran 2026 yang telah ditetapkan.
Ia menjelaskan, dalam APBD Provinsi Kalimantan Barat Tahun Anggaran 2026, anggaran ditetapkan sebesar Rp6,22 triliun. Sementara, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp5,97 triliun.
Adapun penerimaan pembiayaan diproyeksikan sebesar Rp300 miliar yang bersumber dari estimasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025.
Usmandy menilai, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya serius dalam meningkatkan PAD agar struktur keuangan daerah semakin sehat dan tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari Pemerintah Pusat.
“Dengan target pendapatan daerah sebesar Rp5,97 triliun dan belanja mencapai Rp6,22 triliun, maka optimalisasi PAD menjadi sangat penting agar ruang fiskal Kalbar semakin kuat dan berkelanjutan,” kata Usmandy, Kamis 22 Januari 2026.
• Karhutla Melanda Sejumlah Wilayah di Kalbar, BPBD Kalbar Dorong Peran Semua Pihak Cegah Karhutla
Dia juga bilang, Pemprov Kalbar perlu melakukan langkah-langkah konkret dalam menggali potensi PAD, baik melalui optimalisasi pajak daerah, retribusi, pengelolaan aset daerah, maupun peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Di sisi lain, pihaknya juga mendorong agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan mampu bekerja lebih inovatif dan adaptif, termasuk dengan memanfaatkan sistem digital guna meningkatkan efektivitas pemungutan serta mencegah potensi kebocoran.
“PAD yang optimal akan memberikan dampak besar terhadap keberlanjutan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik. Tidak dengan menaikkan beban masyarakat, tetapi memperbaiki tata kelola dan memperluas basis pendapatan,” paparnya.
Legislator Dapil Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu tersebut berharap pada tahun 2026 Pemprov Kalbar mampu merealisasikan target pendapatan secara optimal sehingga ketergantungan terhadap dana transfer pusat secara bertahap dapat terus ditekan. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Usmandy
Anggota DPRD Kalbar
Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Pendapatan Asli Daerah
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kamis 22 Januari 2026
Pontianak
Kalimantan Barat
Kalbar
| Warga Penderita Penyakit Kronis di Suhaid Ikut Program PROLANIS |
|
|---|
| Kasus Nafkah Anak Masuk Lima Besar Pengaduan, KPAD Pontianak Usulkan Pemblokiran NIK Ayah Lalai |
|
|---|
| Beraksi di Mall hingga Sekolah, Pelaku Curanmor di Kota Singkawang Akhirnya Ditangkap |
|
|---|
| Elit Politik di DPRD Kapuas Hulu Bahas Raperda di Provinsi Kalbar, Ini Isinya |
|
|---|
| Relawan VALUKAY Hadir di Pelapis, Tebar Semangat Belajar Anak-anak Kepulauan Karimata |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-Kalbar-Usmandyw432t.jpg)