Jembatan Rusak, Warga Teluk Asam Subah Sambas Kesulitan Angkut Hasil Kebun

Warga mengaku kesulitan untuk melintas ketika arus sungai pasang dan deras. Kondisi jembatan yang nyaris roboh menghambat aktivitas

Tayang:
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
JEMBATAN RUSAK - Warga Dusun Teluk Asam Desa Tebuah Elok, Fendi, ketika bercerita tentang jembatan rusak di dusunnya karena diterjang banjir besar. Fendi bilang sebagian masyarakat Desa Tebuah Elok kesulitan angkut hasil kebun karena jembatan rusak di Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalbar, Minggu 10 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi jembatan sudah miring karena tiang penyangga ambruk diterjang banjir saat hujan Jumat lalu. 
  • Kondisi jembatan itu kian memprihatinkan karena kerap disapu kayu gelondongan dari hulu sungai.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Warga Dusun Teluk Asam dan Dusun Sempita terpaksa harus bersabar melewati jembatan rusak akibat dihantam arus deras sungai di Desa Tebuah Elok, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu 10 Mei 2026.

Kondisi jembatan sudah miring karena tiang penyangga ambruk diterjang banjir saat hujan Jumat lalu. 

Kondisi jembatan itu kian memprihatinkan karena kerap disapu kayu gelondongan dari hulu sungai.

Warga mengaku kesulitan untuk melintas ketika arus sungai pasang dan deras. Kondisi jembatan yang nyaris roboh menghambat aktivitas masyarakat dua dusun itu.

"Jadi begitulah kondisi jembatan kami pak, sudah hampir roboh, sudah sering disapu banjir, karena ada kayu-kayu yang terseret menghantam tiang jembatan," kata Fendi Tumbi, seorang warga Dusun Teluk Asam, Minggu 10 Mei 2026.

Fendi Tumbi menjelaskan, kondisi jembatan yang miring dan rusak akibat banjir besar. Menurut dia, warga Dusun Teluk Asam dan Sempita kesulitan melintas untuk pergi ke kebun dan ke pasar.

Debit Air Sempat Tinggi 1 Meter, Banjir di Sabung Sambas Berangsur Surut

"Sulit jadinya kami mau lewat, jembatan sudah miring, motor bisa lewat tapi harus hati-hati karena hanya gunakan kayu sementara, betonnya berlubang dan sudah hampir roboh," kata Fendi.

Fendi juga menyebutkan, masyarakat mau keluar dari kampung membawa hasil kebun menjadi kesulitan. Akses kendaraan roda empat melintas dari sungai saat air dangkal.

"Biasanya kami gunakan mobil lewat bawah, lewat sungai itu kalau airnya dangkal bisa dilewati kendaraan mobil sama truk, kalau saat air deras, banjir tidak bisa lewat terpaksa gunakan jembatan yang sudah miring," ujarnya.

Sementara itu tokoh pemuda Teluk Asam, Korli menyebutkan, pihaknya mengapresiasi langkah Bupati Sambas Satono yang bergerak cepat meninjau kondisi jembatan rusak di desanya.

"Saya tokoh pemuda dari masyarakat Elok Asam sangat berterima kasih kepada Bupati Sambas dan Dandim Sambas sudah gerak cepat untuk menanggapi keluhan masyarakat," kata Korli.

Korli menjelaskan, masyarakat Desa Tebuah Elok akan terus mengawal komitmen Pemkab Sambas untuk pembangunan jembatan rusak itu segera. 

Dia juga mengimbau masyarakat bersabar menunggu proses pembangunan.

"Jembatan kita yang sekarang sudah miring jadi kita harap harap bersabar yang jelas Bupati sudah mengusahakan ini, intinya kita semua tetap semangat dan bersabar," ungkapnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved