Berangkat Dari Dunia Penyiaran, Dea Citra Rahmatika Kini Mengabdi di KPID Kalbar

Saya menjadi penyiar radio pertama kali pada tahun 2006, saat duduk di kelas XI SMA.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
KPID KALBAR - Dea Citra Rahmatika, Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat, Jumat 9 Januari 2026.  Dea Citra Rahmatika lama berkecimpung di dunia penyiaran, dia menyebut kehadirannya di KPID Kalbar sebagai sebuah kehormatan. 
Ringkasan Berita:
  • Sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalbar, Dea memegang amanah untuk memperkuat kualitas penyiaran di daerah.
  • Secara umum, bidang ini bertugas memperkuat kerja sama dengan lembaga penyiaran dan mitra KPID, memastikan masyarakat mendapatkan siaran berkualitas, dan mengoptimalkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penyiaran,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dea Citra Rahmatika kini resmi menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat.

Perempuan yang telah lama berkecimpung di dunia penyiaran ini menyebut kehadirannya di KPID Kalbar sebagai sebuah kehormatan.

“Menjadi bagian dari KPID Kalimantan Barat, adalah sebuah kehormatan untuk saya. Saya menganggap ini adalah bentuk balas jasa saya pada industri penyiaran Kalbar yang membesarkan saya,” ujarnya, Jumat 9 Januari 2026.

Dea menceritakan, perjalanan kariernya dimulai sejak masih duduk di bangku SMA.

“Saya tumbuh di dunia penyiaran Kalimantan Barat. Saya menjadi penyiar radio pertama kali pada tahun 2006, saat duduk di kelas XI SMA. Sejak saat itu, saya tidak bisa lepas dari dunia penyiaran dan jurnalistik,” tuturnya.

Dua tahun setelah itu, ia mulai menjadi seorang reporter di salah satu stasiun TV.

“Dua tahun setelahnya, saya mulai menjajal profesi sebagai reporter di Ruai TV. Lalu kemudian menjadi produser untuk program dokumenter. Lompatan terbesar saya, saat menjadi news producer dan presenter di Kompas TV Pontianak pada tahun 2012 sampai 2023,” katanya.

Dea juga sempat mengambil jeda saat mengikuti suaminya yang menempuh studi doktoral di Austria.

“Saya sempat mengambil jeda dua tahun, saat harus menemani suami yang menempuh studi Doktoral di Wina, Austria. Namun pada masa itu, saya aktif mengisi kelas public speaking dan jurnalistik,” jelasnya.

Hingga kini, Dea masih aktif berbagi ilmu dan berkarya di bidang komunikasi.

“Saat ini saya masih sering berbagi tentang wicara publik, berperan sebagai pembawa acara dan moderator, hingga menjadi voice over talent. Bidang yang skill-nya saya peroleh dari belasan tahun menggeluti dunia penyiaran,” ucapnya.

Sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalbar, Dea memegang amanah untuk memperkuat kualitas penyiaran di daerah.

“Secara umum, bidang ini bertugas memperkuat kerja sama dengan lembaga penyiaran dan mitra KPID, memastikan masyarakat mendapatkan siaran berkualitas, dan mengoptimalkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang penyiaran,” ungkapnya.

Ia mengakui tantangan terbesar saat ini adalah disrupsi digital.

“Secara umum, tantangannya tentu saja adalah disrupsi digital. KPID harus memaksimalkan peran dalam pengawasan dan pendampingan di masa-masa yang sangat menantang untuk industri penyiaran saat ini,” kata Dea.

Di Kalbar sendiri, menurutnya perlu perhatian serius pada peningkatan kualitas SDM penyiaran.

Baca juga: Dinilai Ancam Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis di Kalbar Tolak Revisi UU Penyiaran

“Menurut saya sangat perlu intervensi untuk meningkatkan kualitas SDM di bidang penyiaran agar mampu beradaptasi di kondisi ini,” tegasnya.

Karena itu, sejak awal ia memprioritaskan program peningkatan kompetensi insan penyiaran.

“Sejak awal, prioritas saya adalah menghadirkan program yang mampu meningkatkan kapabilitas insan penyiaran. Baik melalui pelatihan, sesi diskusi, hingga mendatangkan para ahli untuk membahas isu terkini terkait penyiaran,” ucap Dea.

Ia juga ingin mendorong apresiasi bagi karya penyiaran lokal.

“Saya juga ingin mendorong hadirnya event untuk mengapresiasi karya insan penyiaran Kalimantan Barat. Saya percaya, kompetensi yang lebih baik dapat meningkatkan daya saing insan penyiaran di tengah kondisi saat ini,” ungkap Dea.

Dea optimistis KPID Kalbar mampu menjalankan amanah undang-undang.

“Bersama rekan-rekan komisioner yang lain, kami percaya KPID mampu menjalankan amanat UU Penyiaran untuk menghadirkan penyiaran berkualitas,” sebutnya.

Selain itu, Dea menilai peluang perempuan di dunia penyiaran kini semakin terbuka.

“Terkait peran perempuan di dunia penyiaran, saya rasa hari ini pintu itu sudah terbuka sangat lebar. Jika dibandingkan 15 tahun lalu, hari ini kehadiran reporter dan penyiar perempuan sungguh mudah kita temui,” paparnya.

Menurutnya, hal tersebut merupakan peluang yang baik sekaligus penuh harapan.

“Agar keberadaan perempuan dalam dunia penyiaran, mampu menyuarakan beragam isu dari sudut pandang yang berbeda,” lanjutnya.

Bahkan di rumah, perempuan juga berperan dalam memilih tontonan keluarga.

“Di rumah, penonton perempuan memiliki andil besar dalam memfilter tayangan dalam keluarga. Pemahaman seorang ibu terhadap siaran sehat dan berkualitas, secara langsung akan berdampak pada tontonan yang dikonsumsi buah hatinya,” tambahnya.

Dea juga mengingatkan masyarakat agar bijak memilih siaran yang dikonsumsi.

“Saya mengajak masyarakat Kalbar untuk bijak memilih siaran yang dikonsumsi. Masyarakat bisa mulai dari menyesuaikan tontonan dengan kategori usia yang dicantumkan pada layar televisi terutama untuk tayangan yang disaksikan anak-anak,” pesannya.

Jika menemukan siaran televisi dan radio yang melanggar norma dan etika, masyarakat dapat melapor.

“Pelaporan dapat dilakukan melalui berbagai kanal media sosial KPID Kalbar,” terangnya.

Ia juga berpesan untuk jurnalis agar tetap berpegang pada etika.

“Untuk rekan-rekan jurnalis, saya memahami ini adalah masa-masa yang menantang. Hari ini, semua orang bisa menjadi penyebar berita. Namun saya percaya, kualitas jurnalis yang berpegang teguh pada kode etik jurnalistik dan P3SPS, akan tetap unggul dan bertahan,” pesan Dea.

Ia mengungkapkan bahwa pada akhirnya masyarakat akan memilih berita yang mereka yakini kebenaran sumbernya.

“Sebab pada akhirnya, masyarakat akan memilih berita yang mereka yakini kebenaran sumbernya. Dan yang paling berintegritas dan menjaga kredibilitaslah yang akan bertahan,” pungkasnya.

Biofile:
Nama: Dea Citra Rahmatika
Tempat Lahir: Pontianak
Tanggal Lahir: 19 Juni 1991
Hobi: menonton tv, membaca, dan memasak
Warna kesukaan: merah muda
Ibu: Fitria Yupita
Ayah: Aan Rahmatika (alm)

Kesibukan saat ini: Koordinator Bidang Kelembagaan KPID Kalimantan Barat.dan.

Prestasi:
* Presenter Televisi Terbaik KPID Kalbar 2019
* Best Employee Kompas TV Network tahun 2020.
* 4 kali dipercaya menjadi moderator dalam Debat Publik Pilkada.

Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!  

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved