Pasang Laut Tinggi Awal Tahun, BMKG Maritim Peringatkan Potensi Rob di Kalbar
(BMKG) Maritim mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Kalimantan Barat pada awal Januari 2026.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Ia menjelaskan, waktu terjadinya potensi banjir rob tersebut merupakan hasil perhitungan dari berbagai faktor yang saling memengaruhi. Faktor tersebut meliputi fase astronomis, tren kenaikan muka laut global, hingga kondisi cuaca lokal.
- Secara teknis, Bayu menyebutkan adanya siklus astronomis jangka panjang yang turut berperan dalam meningkatkan amplitudo pasang laut. Salah satunya adalah siklus nodal bulan selama 18,6 tahun.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim mengeluarkan peringatan potensi banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir Kalimantan Barat pada awal Januari 2026.
Peringatan tersebut disusun berdasarkan prakiraan pasang surut air laut, Selasa 30 Desember 2025.
Prakiraan Maritim BMKG, Bayu Santoso, menjelaskan bahwa peringatan potensi banjir rob dibuat mengacu pada tabel pasang surut yang dikeluarkan oleh Pusat Hidro-Oseanografi TNI AL (Pushidrosal) setiap tahun.
"Secara umum peringatan potensi banjir pesisir (rob) dibuat berdasarkan prakiraan pasut dari tabel pasut yang dikeluarkan Pushidrosal setiap tahunnya. Untuk wilayah pesisir Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan Kendawangan, nilai pasut tertinggi pada periode tersebut terjadi pada pagi hingga siang hari," ujar Bayu saat di konfirmasi tribunpontianak.co.id.
Ia menjelaskan, waktu terjadinya potensi banjir rob tersebut merupakan hasil perhitungan dari berbagai faktor yang saling memengaruhi. Faktor tersebut meliputi fase astronomis, tren kenaikan muka laut global, hingga kondisi cuaca lokal.
"Nilai dan waktu pasut tersebut merupakan hasil proses perhitungan yang melibatkan kombinasi fase astronomis, tren kenaikan permukaan laut global, serta pengaruh cuaca lokal," jelasnya.
Baca juga: Banjir Rob Diprediksi Terjadi Awal Januari, Warga Jalan Yuka Pontianak Mulai Antisipasi
Secara teknis, Bayu menyebutkan adanya siklus astronomis jangka panjang yang turut berperan dalam meningkatkan amplitudo pasang laut. Salah satunya adalah siklus nodal bulan selama 18,6 tahun.
"Dalam siklus astronomis bulan–matahari terdapat siklus nodal bulan jangka panjang 18,6 tahun yang memodulasi amplitudo pasut. Selama beberapa tahun dalam siklus tersebut, gaya gravitasi bulan dapat memperkuat pasang harian, khususnya saat fase perigee dan purnama pada 2–3 Januari 2026," katanya.
Selain faktor astronomis, kenaikan permukaan laut global juga menjadi pemicu meningkatnya pasang maksimum air laut.
"Adanya kenaikan permukaan laut global atau sea level rise turut memicu kenaikan pasang air laut maksimum yang terjadi," tambahnya.
Terkait wilayah terdampak, BMKG Maritim belum dapat memastikan secara rinci daerah mana saja yang akan terkena dampak banjir rob di Kalimantan Barat.
"Untuk lokasi yang berpotensi terdampak peningkatan ketinggian air laut maksimum, kami belum bisa memberikan secara pasti karena belum adanya survei ketinggian masing-masing daerah terhadap permukaan laut," ungkap Bayu.
Meski demikian, ia menyebut wilayah dengan elevasi rendah memiliki potensi lebih besar mengalami banjir rob.
"Secara umum daerah yang berpotensi adalah wilayah dengan ketinggian yang cukup rendah dibandingkan permukaan laut, seperti daerah pesisir atau tepian sungai," jelasnya.
BMKG Maritim pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada waktu dan tanggal yang telah diinformasikan.
| Pascalebaran, Harga Minyak Goreng Tembus Rp25 Ribu per Liter |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng Naik, Warung Nasi Jalang Akui Margin Keuntungan Menipis |
|
|---|
| Tangkal Perdagangan Ilegal dan Zoonosis, Karantina Kalbar Gelar Workshop Multipihak di PLBN Aruk |
|
|---|
| DPRD Pontianak Percepat Pembangunan Jalan, Fokus Urai Kemacetan di Pontianak Timur |
|
|---|
| Kenaikan Harga Sembako Merata, Ketua DPRD Pontianak Soroti Dampak ke Ibu Rumah Tangga dan UMKM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Prakirawan-BMKG-Stasiun-Meteorologi-Maritim-Pontianak-Bayu-Santoso-23sa.jpg)