Duta Bahasa Kalbar Ajak Generasi Muda Lestarikan Pantun

Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

Tayang:
Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Peggy Dania
DUTA BAHASA - Sabastianus Hugo dan Syahda Aresta, Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat 2025 saat menghadiri peringatan Hari Pantun Dunia dan Hari Pantun Nasional di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa 16 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Duta Bahasa Kalimantan Barat 2025 Putra, Sabastianus Hugo, mengatakan bahwa sebagai Duta Bahasa, pihaknya tidak hanya mempromosikan pantun, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam berbagai kesempatan.
  • Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Duta Bahasa Provinsi Kalimantan Barat terus berupaya melestarikan pantun sebagai warisan budaya bangsa melalui berbagai kegiatan literasi. 

Duta Bahasa Kalimantan Barat 2025 Putra, Sabastianus Hugo, mengatakan bahwa sebagai Duta Bahasa, pihaknya tidak hanya mempromosikan pantun, tetapi juga menerapkannya secara langsung dalam berbagai kesempatan.

“Selain mempromosikan pantun, kami juga menerapkannya dalam berbagai kegiatan. Ketika kami diberikan kesempatan untuk berbicara, biasanya kami menggunakan pantun sebagai pembuka atau sebagai penutup,” ujarnya saat ditemui dalam rangkaian peringatan Hari Pantun Dunia dan Hari Pantun Nasional di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa 16 Desember 2025.

Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata kontribusi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia.

Hari Pantun Dunia dan Nasional, Gubernur Ria Norsan Ajak Masyarakat Lestarikan Pantun

“Pantun itu berisi banyak sekali petatah-petitih dari leluhur kita yang mengandung nilai-nilai sosial dan nilai-nilai budaya yang penting untuk terus kita lestarikan sebagai generasi muda,” jelasnya.

Sabastianus juga menyebutkan, Duta Bahasa memiliki program bertajuk Geliat Gerakan Literasi Anak Tiga Etnis.

Dalam program tersebut, salah satu materi yang diajarkan adalah pantun berdendang atau tundang Melayu Pontianak.

“Kami ajarkan kepada adik-adik tingkat sekolah dasar dan kemarin juga sempat kami tampilkan,” ujarnnya.

Sementara itu, Duta Bahasa Kalimantan Barat 2025 Putri, Syahda Aresta, mengatakan bahwa Duta Bahasa berperan sebagai perpanjangan tangan Balai Bahasa dalam meningkatkan kualitas berbahasa anak-anak termasuk dalam berpantun.

“Sebagai perpanjangan tangan dari Balai Bahasa, kami memiliki berbagai program untuk meningkatkan kualitas anak-anak dalam berpantun. Salah satunya melalui Festival Tunas Bahasa Ibu atau FTBI,” katanya.

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan dalam FTBI adalah lomba berbalas pantun.

“Dimana anak-anak diminta untuk dapat berpikir kritis secara spontan memberikan pantun yang berisi berbagai macam ragam budaya dari Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap pentingnya pantun sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Selain itu, dalam Geliat Kampanye Ayo Menabung Duta Bahasa juga melatih anak-anak dan menunjukkan kepada khalayak ramai bahwa pantun dapat dikolaborasikan pantun berdendang atau gendang.

“Anak-anak sangat tertarik dengan tundang tersebut karena memiliki irama yang menarik,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved