Puncak 16 HAKTP di Pontianak Soroti Isu Kekerasan Terhadap Perempuan

Selain itu, pada puncak 16 HAKTP ini menghadirkan sebuah pertunjukan dramatical reading yang berangkat dari berbagai keresahan atas

Penulis: Peggy Dania | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
DRAMATICAL READING - Pertunjukan dramatical reading dalam puncak peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) di Port 99, Kota Pontianak, Minggu 14 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Kami mengusung satelit event. Jadi kami ini kolektif dari berbagai macam komunitas, dari kampus, dari lembaga, bahkan individu. Rentetan acaranya itu diadakan per komunitas.
  • Selain itu, pada puncak 16 HAKTP ini menghadirkan sebuah pertunjukan dramatical reading yang berangkat dari berbagai keresahan atas isu kekerasan terhadap perempuan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Puncak peringatan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (16 HAKTP) diisi dengan berbagai kegiatan dari read aloud buku untuk anak-anak hingga dramatical reading, di Port 99 Jalan Komodor Yos Sudarso, Pontianak Barat, Minggu 14 Desember 2025

Apsari, panitia 16 HAKTP, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihaknya mengusung konsep satelit event.

“Kami mengusung satelit event. Jadi kami ini kolektif dari berbagai macam komunitas, dari kampus, dari lembaga, bahkan individu. Rentetan acaranya itu diadakan per komunitas,” ujarnya.

Ia menuturkan, seluruh rangkaian kegiatan tetap berkaitan dengan isu perempuan.

“Kalau tema utama itu tidak ada, tapi tetap berhubungan dengan perempuan. Misalnya kekerasan seksual, soal feminisme dan mengapa itu mengancam, dan sebagainya,” katanya.

Selain itu, pada puncak 16 HAKTP ini menghadirkan sebuah pertunjukan dramatical reading yang berangkat dari berbagai keresahan atas isu kekerasan terhadap perempuan.

Tim Alap-Alap Polsek Pontianak Kota Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Sungai Jawi Dalam

“Ada kekerasan seksual, ada kekerasan terhadap perempuan pekerja, ada resiliensi korban, dan sebagainya. Kami membuat empat tulisan dengan empat tema berbeda. Tulisan itu awalnya dibuat dalam bentuk zine, lalu diolah menjadi dialog yang dibawakan secara dramatic reading,” jelasnya.

Ia menambahkan, dialog-dialog tersebut tidak berdiri sendiri melainkan saling berkesinambungan dan dirangkai menjadi satu naskah pertunjukan.

Apsari mengungkapkan, pesan utama yang ingin disampaikan melalui peringatan 16 HAKTP ini adalah bahwa kekerasan terhadap perempuan masih terus terjadi.

“Padahal, peringatan ini tuh sudah jauh lama sekali bahkan di Pontianak, apakah kekerasan terhadap perempuan itu hilang? Tidak,“ ungkapnya. 

Menurutnya, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kesadaran khususnya bagi perempuan agar memahami hak-haknya.

“Tujuan peringatan ini diadakan terkhusus teman-teman perempuan sadar dengan hak-nya agar kekerasan terhadap perempuan itu menurun dan kalau bisa hilang,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved