Indosat Luncurkan Sekolah Digital Pontianak, Dukung Pelajaran Coding dan AI Bagi Siswa
kehadiran IOH sebagai penyedia layanan internet menjadi pelengkap yang memperkuat ekosistem pembelajaran digital.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
Ringkasan Berita:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – SD Negeri 14 Pontianak Kota resmi menjadi sekolah dasar pertama di Kota Pontianak yang mengadopsi konsep Sekolah Digital, program tersebut diluncurkan pada Kamis, 11 Desember 2025. Program yang diinisiasi Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) ini mengusung tema “Belajar Digital Sejak Dini untuk Masa Depan” sebagai upaya membangun fondasi literasi digital sejak bangku sekolah dasar.
IOH memberikan perangkat HiFi Air untuk mendukung aktivitas belajar digital di sekolah tersebut.
Executive Vice President (EVP) Head of Circle Kalisumapa IOH, Swandi Tjia, mengatakan bahwa pemilihan sekolah dasar sebagai sasaran utama bukan tanpa alasan. Menurutnya, proses belajar teknologi idealnya dimulai sedini mungkin.
“Banyak negara maju memulai pendidikan digital dari level paling bawah. Karena mereka adalah generasi penerus, dan pada usia ini daya tangkap serta kreativitas mereka jauh lebih baik,” ujar Swandi.
“Tidak butuh waktu lama bagi anak-anak untuk menguasai teknologi bila dibiasakan sejak dini, karena itu kita mulai dari adik-adik SD,” tambahnya.
Swandi menjelaskan bahwa SD Negeri 14 Pontianak Kota merupakan sekolah pertama di Pontianak yang menjadi model Sekolah Digital dari IOH.
Pihaknya bersama Dinas Pendidikan Kota Pontianak tengah memetakan jumlah sekolah dasar yang ada untuk menentukan perluasan program.
“Tahap pertama, kita mulai dari 10 sekolah dulu. Selanjutnya akan berlanjut satu per satu,” jelasnya.
• Hadirkan Internet Rumah Nirkabel Terjangkau, Indosat HiFi Air Hadir di Kalimantan
Ia menegaskan, program ini selaras dengan inisiatif pemerintah yang mulai mengalokasikan perangkat smartboard ke sekolah-sekolah.
Dengan demikian, kehadiran IOH sebagai penyedia layanan internet menjadi pelengkap yang memperkuat ekosistem pembelajaran digital.
“Ada smartboard, tentu harus ada internetnya. Kombinasi ini sangat inline dengan program pemerintah,” ujarnya.
Tidak hanya di wilayah kota, IOH juga memastikan bahwa sekolah-sekolah di daerah terpencil atau rural akan mendapatkan kesempatan yang sama dalam program ini.
“Di Kalimantan, 71 persen wilayah adalah daerah rural. Mereka juga berhak mendapatkan akses yang sama. Pontianak ini proyek percontohan, nanti kami lanjutkan ke daerah, termasuk Singkawang dalam waktu dekat,” kata Swandi.
Program Sekolah Digital tak sekadar menyediakan perangkat dan internet, tetapi juga menyertakan pendampingan untuk guru agar mampu mengoptimalkan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Kita memberikan dukungan dalam beberapa aspek. Pertama internet, kedua pendampingan untuk ibu-bapak guru agar mereka mampu mengajar dengan teknologi digital,” ungkapnya.
| Adu Banteng Motor vs Pickup, Pelajar di Kapuas Hulu Meninggal Dunia |
|
|---|
| 6 Peristiwa Terpopuler Kalbar! Kronologi Kecelakaan Mobil Motor di Depan Rumah Kapolda Kalbar |
|
|---|
| Fakta Kasus Hilangnya Remaja Perempuan Nurul Fadilah di Pontianak Sejak 20 April |
|
|---|
| 'Pandangannya Kosong' Curhat Ibu Remaja Hilang di Pontianak, Hilang Saat Pintu Rumah Terbuka Sedetik |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan di Depan Rumah Kapolda Kalbar, Dua Pensiunan Jadi Korban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/launching-sekolah-digital-pertama-indosat-di-Pontianak.jpg)