Banjir Rob Kalbar

Genangan Hampir Selutut, Aktivitas Warga Terganggu dan Banyak Motor Mogok

David menyebut banjir besar terakhir yang paling diingatnya terjadi pada 2010, bahkan hampir setara jendela rumah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Chris Hamonangan Pery Pardede
BANJIR ROB - Kondisi Jalan Tanjung Pura, tepatnya di depan Gang Suez, Kecamatan Pontianak Selatan, terendam banjir rob pada Senin, 8 Desember 2025. 

Ringkasan Berita:
  • Petugas Kepolisian, TNI, serta warga terlihat membantu pengendara motor yang kesulitan melintas.
  • Genangan air juga merendam kawasan padat penduduk di Gang Suez, Jalan Tanjung Pura, sejak pagi hari.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Banjir rob kembali melanda Kota Pontianak pada Senin, 8 Desember 2025, dan merendam sejumlah ruas jalan serta kawasan permukiman warga. 

Salah satunya di Jalan Tanjung Pura, Kecamatan Pontianak Selatan, ketinggian air dilaporkan mencapai hampir selutut orang dewasa sehingga mengganggu arus lalu lintas dan menyebabkan banyak sepeda motor mogok karena mesin terendam.

Petugas Kepolisian, TNI, serta warga terlihat membantu pengendara motor yang kesulitan melintas.

Genangan air juga merendam kawasan padat penduduk di Gang Suez, Jalan Tanjung Pura, sejak pagi hari. 

Warga setempat, David (46), menyebutkan banjir sudah mulai terjadi sejak sehari sebelumnya sekitar pukul 09.00 WIB dan sempat surut pada pukul 10.45 WIB, namun hari ini debit air lebih tinggi dan naik lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Banjir Rob Merendam Puskemas Tambelan Sampit, Aktivitas Terhambat

"Kalau yang sekarang ini dia mulai naik sekitar pukul 07.30 WIB, lebih cepat dari kemarin karena ada angin juga," ujar David saat ditemui di sekitar rumahnya pada Senin, 8 Desember 2025.

David menyebut banjir besar terakhir yang paling diingatnya terjadi pada 2010, bahkan hampir setara jendela rumah. 

Meski demikian, banjir kali ini juga tergolong tinggi dan telah masuk ke dalam rumah warga, namun perabot serta barang elektronik terselamatkan karena telah diantisipasi sejak awal dengan diletakkan di tempat lebih tinggi.

Ia memperkirakan terdapat ratusan rumah yang terdampak banjir di sekitar kawasan Jalan Tanjung Pura.

David menilai banjir rob di wilayah tersebut biasanya terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari, terutama saat perayaan Imlek, namun tidak pernah setinggi yang terjadi saat ini.

Ia juga menjelaskan faktor penyebab banjir diduga dipicu angin dari arah barat daya yang masuk melalui aliran sungai serta hujan yang turun di beberapa bagian kota. 

"Tadi saya lihat laporan cuaca, angin dari barat daya masuk lewat sungai ditambah lagi hujan," jelasnya. 

Ia menambahkan banjir rob kali ini menghambat aktivitas warga karena banyak yang tidak dapat bekerja, sementara di depan gangnya sejumlah sepeda motor juga terlihat mogok akibat terendam air.

Ia juga menyoroti kondisi parit di kawasan Parit Tokaya yang mengalami sedimentasi karena jarang dikeruk serta masih adanya masyarakat yang membuang sampah ke aliran air sehingga memperparah kondisi tersebut. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved