Nataru Berdekatan Ramadan, DPRD Pontianak Peringatkan Lonjakan Kebutuhan Pokok

Ia menambahkan, momentum Nataru tahun ini kebetulan berdekatan dengan bulan puasa, sehingga rentetan lonjakan permintaan akan semakin terasa. 

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
LONJAKAN HARGA SEMBAKO - Anggota DPRD Kota Pontianak dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Husin, mengingatkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok berpotensi naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta bulan puasa. Ia meminta pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) melakukan antisipasi sejak dini, Senin 1 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:
  • Kalau Nataru hampir setiap tahun, Nataru ini pasti beberapa kebutuhan bahan pokok itu naik, terutama telur. Telur itu kan banyak digunakan orang buat kue, beras juga sebagian. Selain itu gas, gas sangat-sangat banyak dibutuhkan.
  • Ia menambahkan, momentum Nataru tahun ini kebetulan berdekatan dengan bulan puasa, sehingga rentetan lonjakan permintaan akan semakin terasa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Husin, mengingatkan bahwa harga sejumlah kebutuhan pokok berpotensi naik menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta bulan puasa. 

Ia meminta pemerintah kota melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindagkop) melakukan antisipasi sejak dini, Senin 1 Desember 2025.

Menurutnya, pola kenaikan harga setiap akhir tahun hampir selalu berulang.

"Kalau Nataru hampir setiap tahun, Nataru ini pasti beberapa kebutuhan bahan pokok itu naik, terutama telur. Telur itu kan banyak digunakan orang buat kue, beras juga sebagian. Selain itu gas, gas sangat-sangat banyak dibutuhkan," ujar Husin kepada tribunpontianak.co.id.

UMKM Makin Banyak, DPRD Pontianak Dorong Kemudahan Modal dan Pelatihan

Ia menambahkan, momentum Nataru tahun ini kebetulan berdekatan dengan bulan puasa, sehingga rentetan lonjakan permintaan akan semakin terasa. 

"Apalagi nanti berdekatan dengan puasa, nah ini rentetan-rentetan ini kami coba nanti ke Disperindagkop bagaimana mengatasi ini," katanya.

Husin juga menyebutkan bahwa tambahan pasokan gas dan solar sulit dilakukan secara mendadak karena harus diusulkan setahun sebelumnya. 

"Kalau perlu ada tambahan lagi untuk gas di Kota Pontianak. Tapi tambahan gas, tambahan minyak solar dan sebagainya itu harus satu tahun sebelumnya. Tidak bisa ujuk-ujuk," jelasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved