Truk Muatan dan Roda Dua Bercampur di Jalan, Risiko Kecelakaan di Pontianak Meningkat

Menurutnya, kondisi lalu lintas di Pontianak yang padat serta infrastruktur yang masih terbatas turut memperbesar risiko kecelakaan.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AYU NADILA
WAWANCARA - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya, Senin 20 Oktober 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara di jalan raya, Senin 20 Oktober 2025.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul tingginya potensi kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang sebagian besar disebabkan oleh faktor manusia.

"Kalau lakalantas, terutama kembali kepada sebagian besar penyebab daripada kecelakaan ini hasil kita diskusi dengan Dirlantas maupun Kasat Lantas dan Kapolresta adalah faktor human error. Artinya manusianya, pengendaranya, pertama tidak tertib, tidak taat aturan maupun tidak sabar," ujar Edi kepada awak media.

Menurutnya, kondisi lalu lintas di Pontianak yang padat serta infrastruktur yang masih terbatas turut memperbesar risiko kecelakaan.

UMP dan Pemkot Gelar Pontianak Career Clinic & Culture 2025, Siapkan SDM Unggul dan Lapangan Kerja

"Kita lihat ada yang sudah memenuhi standar, ada yang belum. Ditambah kita belum ada auto ring road, sehingga ada pelabuhan sungai yang berdampak terhadap angkutan berat seperti truk bahkan trailer di atas 20 feet, panjang dan berat," jelasnya.

Edi menambahkan, keberadaan kapal Roro dari Jawa yang membawa material menggunakan truk besar juga menambah beban lalu lintas.

"Kalau ini bercampur dengan angkutan ringan, terutama roda dua, ini sangat rentan. Kemungkinan terjadinya laka atau kecelakaan lalu lintas di jalan ini memang bisa fifty-fifty kalau kita sudah keluar rumah," katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati selama kondisi ini berlangsung.

"Saya mengimbau untuk berhati-hati sementara waktu. Sambil kita berharap Pelabuhan Dwikora bisa pindah sepenuhnya, atau minimal 50 persen dulu ke pelabuhan internasional yang ada di Kijing," tutupnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved