Ketua PGRI Kalbar : Kesejahteraan Guru Jangan Jadi Korban Program MBG
Firdaus menambahkan, perhatian utama seharusnya tetap pada tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat, Muhamad Firdaus, mengingatkan pemerintah agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengorbankan anggaran pendidikan, khususnya yang menyangkut kesejahteraan guru.
Firdaus menegaskan, program MBG memang baik bagi siswa. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar matang, mulai dari mekanisme, sumber anggaran, hingga kesiapan di lapangan.
“Kalau program MBG ini diambil dari 20 persen anggaran pendidikan, kami menolak. Itu akan berdampak pada kesejahteraan dunia pendidikan, khususnya guru,” tegas Firdaus, Rabu 17 September 2025.
Ia mengaku khawatir, sebab beredar informasi hingga 45 persen anggaran pendidikan dialihkan untuk mendukung program MBG. Jika benar, kondisi itu dinilai bisa membebani sektor pendidikan lain yang juga penting.
“Jangan sampai ada kesan anggaran guru dikorbankan demi MBG. Pemerintah harus transparan soal ini,” ujarnya.
Firdaus menambahkan, perhatian utama seharusnya tetap pada tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Ia mencontohkan, di Kalbar, guru non-sertifikasi masih mendapat TPP Rp1 juta per bulan, sementara guru bersertifikasi justru tidak mendapatkan tambahan sama sekali.
Baca juga: VIRAL Surat Edaran Orangtua Siswa Tak Tuntut Sekolah Jika Terjadi Keracunan pada Progam MBG
“Guru sudah memberi kontribusi besar untuk pembangunan bangsa. Kalau kesejahteraan mereka ditingkatkan, pembelajaran pasti lebih baik dan prestasi siswa meningkat,” kata Firdaus.
Meski begitu, PGRI Kalbar tetap menyambut baik rencana MBG bagi guru karena dapat meringankan beban mereka saat jam istirahat. Hanya saja, ia menegaskan anggaran tidak boleh diambil dari pos 20 persen pendidikan di APBN.
“Program MBG ini bagus. Tapi kalau mengambil dana pendidikan yang sudah ada, kami tidak setuju. Pemerintah harus mencari sumber anggaran lain,” pungkasnya. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Karolin Kawal Penyelesaian Lahan Eks PT Aria Demi Kepastian Hak |
|
|---|
| Harap Solusi, Agus : Jika Tidak Ada Solusi bagi Petani Arang Bakau, Itu Zalim Namanya |
|
|---|
| Penambang Speed Sungai Kapuas Dibentuk Pokdarwis, Disporapar Kalbar Dorong Wisata Masyarakat |
|
|---|
| Heboh Pinjam Gubernur Jabar, Politisi Ritaudin Nilai Itu Sekedar Aspirasi |
|
|---|
| DPRD Ketapang Perkuat Pengawasan Serapan Anggaran Tahun 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/PLT-Ketua-PGRI-Kalbar-Muhamad-Firdaus-235wetr.jpg)