Psikolog : Kasus Bunuh Diri Bukan Sekadar Masalah Pribadi Tapi Fenomena Kompleks

Istiqomah, Psikolog Klinis menilai fenomena ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi personal semata. Menurutnya, ada banyak faktor yang berkaitan.

Penulis: Peggy Dania | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
KASUS BUNUH DIRI - Psikolog Klinis, Istiqomah, menilai  bunuh diri bukan hanya sekadar masalah pribadi tapi fenomena yang kompleks, Rabu 17 September 2025. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kasus bunuh diri yang belakangan kembali ramai, termasuk peristiwa seorang warga Pontianak yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara siaran langsung di Facebook, menimbulkan keprihatinan banyak pihak.

Istiqomah, Psikolog Klinis, menilai fenomena ini tidak bisa dilihat hanya dari sisi personal semata. Menurutnya, ada banyak faktor yang saling berkaitan.

“Kalau aku lihat, kasus kayak gini biasanya bukan sekadar masalah personal aja, tapi juga ada faktor sosial, ekonomi, tekanan hidup, bahkan rasa kesepian dan kurangnya ruang aman buat cerita. Ditambah lagi, ketika ada yang bunuh diri dan diekspos di media sosial, itu bisa jadi semacam ‘pemicu’ buat orang lain yang lagi rentan,” ujarnya, Rabu 17 September 2025.

Istiqomah menegaskan, bunuh diri adalah fenomena kompleks yang dipengaruhi banyak aspek bukan semata-mata karena individu dianggap lemah. 

Lingkungan, keluarga, komunitas, hingga media, menurutnya, juga ikut berperan dalam mencegah maupun memicu terjadinya kasus serupa.

Menurutnya, faktor lingkungan sekitar punya peran besar dalam menentukan nasib seseorang yang sedang tertekan.

“Lingkungan punya pengruh besar banget, kadang orang yang udah ngerasa berat sama masalah pribadinya jadi makin tertekan kalau tidak dapat dukungan dari sekitar, atau malah dapat komentar yang bikin drop. Sebaliknya, lingkungan yang suportif bisa jadi penyangga buat orang bertahan walau lagi di titik terendah,” ungkapnya. 

Baca juga: WALHI Ingatkan Potensi Dampak Lingkungan dari Rencana Pabrik Pengolahan Sampah Plastik di Pontianak

Ia menekankan bahwa ketika membahas tindakan ekstrem seperti bunuh diri, tidak cukup hanya menyalahkan atau melihat individu saja.

“Jadi kalau ngomongin bunuh diri, kita tidak bisa cuma lihat dari sisi individu aja, tapi juga gimana sistem pendukung di sekitarnya berjalan,” pungkasnya. (*)

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved