Program MBG
Yusran Anizam Endus Data Program MBG di Kubu Raya Jadi Bancakan: Kami Tertibkan!
Ia mempertanyakan mengapa masih terdapat sejumlah desa di Kubu Raya yang sama sekali belum masuk ke dalam sistem terpusat.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ketua Satgas MBG Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, secara tegas mencurigai adanya oknum yang mencoba memanfaatkan celah pendataan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
- Yusran menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum maupun administratif guna memastikan program ini tepat sasaran.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kubu Raya mengendus adanya indikasi ketidakberesan dalam proses pendataan penerima manfaat Program Strategis Nasional (PSN) tersebut.
Ketua Satgas MBG Kabupaten Kubu Raya, Yusran Anizam, secara tegas mencurigai adanya oknum yang mencoba memanfaatkan celah pendataan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
"Kami dari satgas memiliki kecurigaan bahwa pendataan desa dan penerima manfaat ini menjadi bancakan pihak-pihak yang barangkali ingin memanfaatkannya," ujar Yusran Anizam kepada Tribunpontianak.co.id, Rabu 3 Juni 2026.
Yusran menegaskan, pihaknya tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum maupun administratif guna memastikan program ini tepat sasaran.
• Ngopi Bareng, Polres Kubu Raya Gandeng BEM dan OKP Jaga Kondusifitas Kamtibmas
"Hal-hal seperti ini akan kami tertibkan agar program berjalan sesuai tujuan dan tepat sasaran," katanya dengan nada bicara tegas.
Soroti Kekacauan Sistem Data Desa
Kecurigaan Satgas MBG Kubu Raya bukan tanpa alasan. Yusran membeberkan adanya kelemahan fatal pada sistem digitalisasi data penerima manfaat pasca-pergantian kepemimpinan di tingkat Badan Gizi Nasional (BGN).
Ia mempertanyakan mengapa masih terdapat sejumlah desa di Kubu Raya yang sama sekali belum masuk ke dalam sistem terpusat.
Selain itu, ditemukan juga kasus di mana suatu desa sudah terdaftar, namun data riil jumlah anak penerima manfaat gizi justru masih kosong.
“Jangan ada lagi hal-hal yang kesannya dibuat-buat. Kenapa ada beberapa desa yang belum diinput ke dalam sistem MBG? Kenapa ada desa yang sudah diinput tetapi penerima manfaatnya belum masuk ke sistem? Ini ada apa?” cecar Yusran heran.
Siapkan Penguatan Pengawasan Agustus-September
Berdasarkan klaster geografis Kabupaten Kubu Raya yang didominasi wilayah perairan dan pulau terluar, validasi data sangat krusial. Kubu Raya memiliki 123 desa dengan estimasi puluhan ribu anak sekolah dan ibu hamil yang menjadi target utama intervensi gizi nasional guna menekan angka stunting.
Menyikapi sengkarut data tersebut, Yusran menyambut baik langkah Presiden yang langsung melakukan evaluasi menyeluruh atas aspirasi masyarakat dalam satu tahun terakhir pelaksanaan program.
Ia menilai, evaluasi dari kepala negara menjadi momentum penting bagi daerah untuk melakukan optimalisasi manajemen total di tingkat akar rumput.
Terlebih, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terbaru, pemerintah daerah kini diberikan mandat penuh dan mempertegas fungsi kontrol serta pengawasan melekat terhadap implementasi PSN MBG.
“Sesuai putusan MK, kami siap. Fungsi kontrol PSN MBG ada di pemerintah daerah. Pada Agustus hingga September nanti kami akan melakukan upaya penguatan implementasi MBG di Kubu Raya,” jelasnya.
Panggil Korwil hingga Satuan Pelayanan Gizi
Guna menyapu bersih potensi penyelewengan, Satgas MBG Kubu Raya dalam waktu dekat akan mengonsolidasikan seluruh elemen pelaksana di lapangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Yusran-Anizam-345rtetf.jpg)