Makan Bergizi Gratis

Anggaran MBG Rp16,8 Miliar per Hari di Kalbar Disebut Perkuat Ekonomi Rakyat

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 508 SPPG di Kalimantan Barat yang telah terverifikasi dan sebagian besar sudah beroperasi.

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Tri Pandito Wibowo
PROGRAM MBG - Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya saat memberikan keterangan kepada awak media, di Kantor Bupati Kubu Raya, Jalan Arteri Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Selasa, 12 Mei 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Sony menyebut keterlibatan kepala daerah di seluruh tingkatan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program MBG.
  • Menurutnya, konsolidasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait mengenai tujuan dan pelaksanaan program MBG.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat telah menyerap 20.381 tenaga kerja dan menyalurkan anggaran Rp16,8 miliar per hari ke berbagai daerah di Kalbar.

Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Barat telah memberikan dampak ekonomi hingga ke tingkat masyarakat bawah.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan konsolidasi yang diikuti kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra yayasan sebagai pengelola fasilitas SPBG, serta para satgas MBG di Kalimantan Barat.

Sony menyebut keterlibatan kepala daerah di seluruh tingkatan menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan program MBG.

Hingga April 2026,  MBG Kalbar Tembus 1 Juta Penerima Manfaat, 396 SPPG Telah Beroperasi

“Dari yang saya temukan di Kalimantan Barat, satgas program MBG hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota seluruhnya adalah kepala daerah. Ini menunjukkan perhatian yang serius dari para kepala daerah,” ujarnya kepada awak media, di Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurutnya, konsolidasi dilakukan untuk menyamakan pemahaman seluruh pihak terkait mengenai tujuan dan pelaksanaan program MBG.

“Tujuannya menyamakan langkah bagaimana program MBG dilaksanakan oleh seluruh stakeholder yang terlibat. Jadi mitra, kepala SPPG, dan satgas memiliki pemahaman yang sama,” katanya.

Ia mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 508 SPPG di Kalimantan Barat yang telah terverifikasi dan sebagian besar sudah beroperasi.

Keberadaan SPPG tersebut disebut telah menyerap 20.381 tenaga kerja, terutama masyarakat miskin ekstrem pada kategori desil 1 dan desil 2.

Selain itu, program MBG di Kalimantan Barat juga telah melayani 995.321 penerima manfaat serta melibatkan sekitar 2.000 pemasok bahan pangan yang berasal dari BUMDes, BUMD, koperasi, hingga pelaku UMKM.

Sony menjelaskan, secara nasional anggaran program MBG yang dikucurkan pemerintah mencapai lebih dari Rp1 triliun per hari.

Khusus di Kalimantan Barat, anggaran MBG yang disalurkan mencapai Rp16,8 miliar per hari dan tersebar merata ke berbagai daerah, mulai dari Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang hingga Singkawang.

“Dari Rp16,8 miliar per hari itu, sekitar Rp2,3 miliar diserap oleh 22.453 tenaga kerja di SPBG. Minimal setiap orang menerima Rp100 ribu per hari untuk dibawa pulang memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya.

Ia menilai perputaran anggaran tersebut memberi dampak langsung terhadap penguatan ekonomi masyarakat bawah karena uang yang beredar kembali digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Sony mengatakan, fokus pemerintah saat ini tidak hanya mendorong berdirinya SPPG, tetapi juga memastikan rantai pasok bahan pangan dapat dipenuhi masyarakat lokal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved