Ramadhan 2026
Tips Puasa Ramadhan untuk Penderita GERD dan Maag agar Tak Kambuh
Meski begitu, penderita asam lambung bukan berarti harus meninggalkan ibadah puasa .
Ringkasan Berita:
- Penderita asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag tetap bisa menjalankan ibadah puasa Ramadhan, asalkan memperhatikan pola makan dan gaya hidup.
- Keluhan seperti nyeri ulu hati, dada terasa panas (heartburn), hingga mulut pahit sering muncul karena tubuh beradaptasi dengan perubahan pola makan dan tidur.
- Ahli Gizi Komunitas, dr Tan Shot Yen, M.Hum, menjelaskan bahwa kunci utama puasa lancar bagi penderita GERD dan maag adalah memperhatikan asupan saat sahur dan berbuka.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bagi penderita asam lambung atau dikenal dengan istilah Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) dan maag, berpuasa bisa menjadi tantangan tersendiri.
Keluhan maag dan GERD kerap muncul pada awal bulan puasa.
Sensasi perih di ulu hati, dada terasa panas, hingga tenggorokan seperti terbakar menjadi keluhan yang sering dirasakan sebagian orang.
Perubahan pola makan, tidur, serta kebiasaan berbuka membuat sistem pencernaan harus beradaptasi dalam waktu singkat.
Proses adaptasi inilah yang menjadi pemicu utama munculnya keluhan. Tubuh sedang berada dalam fase adaptasi.
Kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan ini kerap terjadi ketika perut kosong.
Hal inilah yang kemudian membuat orang cukup khawatir ketika menjelang bulan suci Ramadhan.
• Niat dan Tata Cara Mandi Sunnah Sebelum Puasa Ramadhan Lengkap dengan Doanya
Pertanyaan seperti apakah tetap bisa menjalani ibadah puasa meski punya GERD atau bagaimana tips puasa lancar meski mengalami maag kerap menjadi topik pencarian.
Apalagi, saat GERD atau maag kambuh kerap memunculkan sensasi terbakar di bagian dada (heartburn), mulut terasa pahit, hingga rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.
Meski begitu, penderita asam lambung bukan berarti harus meninggalkan ibadah puasa .
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar penderita asam lambung bisa menjalankan puasa Ramadhan dengan lebih lancar dan tidak kambuh.
Dengan persiapan yang tepat, puasa justru dapat membantu mengurangi gejala asam lambung maupun maag. Lalu bagaimana caranya?
Tips puasa untuk penderita maag dan GERD
Dilansir dari Kompas.com, Ahli Gizi Komunitas dr Tan Shot Yen, M.hum menyebut penderita GERD atau maag tetap bisa menjalankan puasa.
Untuk bisa lancar beribadah puasa, berikut ini tips puasa untuk penderita maag dan GERD.
- Perhatikan konsumsi makanan dan minuman
Kunci lancarnya berpuasa bagi penderita GERD atau maag terletak pada apa yang dikonsumsi saat sahur dan buka puasa.
Tan mengingatkan, makanan yang dikonsumsi saat sahur harus menu lengkap. Selain itu, saat berbuka hindari takjil yang mengandung gula, garam, dan lemak yang berlebihan.
Selain itu, Tan juga menyarankan untuk menghindari membeli makanan atau takjil dadakan yang biasanya berbentuk kemasan atau keringan.
- Terapkan konsep isi piringku
Bagi penderita maag dan GERD, Tan mengingatkan untuk tetap menerapkan konsep isi piringku.
Konsep isi piringku terdiri dari 50 persen buah dan sayuran sementara 50 persen lagi untuk karbohidrat dan protein.
"Jika konsep isi piringku dijalankan dengan baik, puasa tidak akan jadi masalah. Sebab, keberadaan sayur dan buah tidak membuat pengosongan lambung terlalu cepat karena seratnya," kata Tan.
- Hindari sayuran yang menghasilkan gas
Penderita maag dan GERD juga harus memperhatikan dalam mengonsumsi sayuran.
Hindari sayuran yang membuat kembung dan memicu penumpukan gas di perut seperti aneka selada, sawi, labu, dan kol
- Jangan makan buah masam dan hindari membuat jus
"Buah yang cenderung (rasanya) asam juga hindari. Biasakan sayur dan buah dimakan apa adanya. Bukan dibuat jus atau smoothies - yang akan 'lolos lebih cepat' jadi gula darah dan lapar muncul lebih cepat," jelasnya.
Tan menyebut bahwa penderita maag dan GERD sebaiknya tidak mengonsumsi buah yang rasanya masam seperi jeruk, lemon, dan semacamnya.
Ia juga menyarankan untuk memakan buah atau sayur apa adanya tanpa dibuat jus atau smoothies. Pasalnya, jus atau smoothies lebih cepat diserap tubuh menjadi gula darah.
Selain itu juga memicu lapar muncul lebih cepat. Tentunya, hal ini saat puasa bisa mengganggu kenyamanan beribadah.
- Hindari sumber stres
Menghindari sumber penyebab stres, juga harus dilakukan oleh penderita maag dan GERD. Sebab, stres akan memicu asam lambung naik saat puasa.
Selain itu juga perlu untuk berkonsultasi ke dokter terkait obat yang dibutuhkan untuk meringankan penyakitnya selama puasa.
Meski penderita maag dan GERD diperbolehkan menjalankan puasa, namun juga perlu memperhatikan kondisi tubuh.
Menurut Tan, jika muncul rasa nyeri akut hingga muntah, sebaiknya segera membatalkan puasa untuk meringankan rasa sakit tersebut.
"Ada prinsipnya, jika seseorang merupakan penderita maag akut maka tidak disarankan untuk menjalankan puasa" jelas Tan.
Ubah kebiasaan yang bisa picu GERD kambuh saat puasa
Dilansir dari laman resmi Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, penderita maag dan GERD juga perlu memperhatikan kebiasaan yang dapat meminimalkan dampak yang mempengaruhi asam lambung naik.
Untuk itu, mengubah sejumlah kebiasaan atau pola makan juga diperlukan.
1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka
Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat memicu lambung bekerja lebih keras, sehingga dapat memicu perut begah dan terasa penuh.
Penderita maag dan GERD harus mengawali sahur dan berbuka dengan makan secara perlahan dan secukupnya. Dimulai dengan mengonsumsi makanan ringan, baru kemudian makan besar.
Jika masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti kurma, pisang, granola, atau biskuit.
2. Jangan makan terburu-buru
Meski dalam kondisi terlambat sahur, usahakan jangan terburu-buru dalam menghabiskan makanan.
Usahakan bangun lebih pagi agar memiliki waktu yang panjang untuk sahur dengan perlahan.
3. Disarankan konsumsi makanan tak berlemak
Penderita maag dan GERD disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus.
Saat berbuka dan sahur, pilihlah sajian yang cocok dikonsumsi penderita sakit maag, seperti nasi dan oatmeal.
Jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag karena dapat menyerap asam lambung berlebih.
Selain itu, konsumsilah daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan, serta buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir.
4. Hindari tidur setelah makan
Meski merasa mengantuk selepas sahur, hindari tidur setelah makan. Sebab, hal ini dapat memicu sakit maag.
Namun, jika memang ingin tidur, maka dapat bersandar dengan posisi setengah duduk. Usahakan posisi kepala dan bahu lebih tinggi dari perut agar mencegah makanan kembali ke kerongkongan.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jelang Ramadhan, Ini Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung"
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Puasa Ramadhan
GERD
maag
asam lambung
Tips Puasa
kesehatan ramadhan
sahur sehat
buka puasa sehat
Ramadan 2026
| Tabligh Akbar Nuzulul Qur’an di Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Sekda Ajak Warga Perkuat Persatuan |
|
|---|
| Merakyat di Bulan Ramadan, Bupati Ketapang Alexander Wilyo Duduk Melingkar Bersama Warga |
|
|---|
| IWO Landak dan HPI POU Bagi Sembako ke Kaum Dhuafa di Masjid Ismahayana |
|
|---|
| Waspada! 10 Kebiasaan Sepele yang Bisa Mengurangi Pahala Puasa Ramadhan |
|
|---|
| Lengkap! Niat Zakat Fitrah Sekeluarga Langsung atau Untuk Diri Sendiri hingga Anak Sesuai Pilihan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Tips-Puasa-Bagi-penderita-Gerds.jpg)