Komitmen pada Mutu Pendidikan Tinggi, Lima Dosen PNS IAIN Pontianak Ikuti Program PKDP 2026
PKDP merupakan program nasional yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen pada perguruan tinggi keagamaan.
Ringkasan Berita:
- Lima dosen PNS IAIN Pontianak mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui UIN Walisongo Semarang sebagai upaya meningkatkan kompetensi pedagogik, akademik, profesional, sosial, dan kepribadian dosen.
- PKDP menjadi bagian penting dalam pengembangan karier dosen dan peningkatan mutu pendidikan tinggi, karena selain memperkuat kemampuan mengajar, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme tenaga pendidik, Institut Agama Islam Negeri Pontianak mengirimkan sejumlah dosennya untuk mengikuti Program Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKDP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Perguruan Tinggi Penyelenggara (PTP) UIN Walisongo Semarang.
PKDP merupakan program nasional yang dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen pada perguruan tinggi keagamaan.
Pada tahun 2026, Kementerian Agama menunjuk 20 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagai penyelenggara program tersebut.
UIN Walisongo Semarang kembali memperoleh kepercayaan sebagai salah satu PTP berkat pengalaman dan rekam jejaknya dalam menyelenggarakan PKDP selama lima tahun terakhir.
Baca juga: Kisah Mantan Petugas Kebersihan Kampus, Prof Zaenuddin Kini Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030
Keikutsertaan kelima dosen PNS IAIN Pontianak dalam program ini yaitu (1) Resvan, M.Pd., (2) Syukron Wahyudhi, M.Ag., (3) Tari Indriani, M.Pd., (4) Abdul Aziz, S.Pd.,M.A., dan (5) Maria Ulfa, M.Pd., menjadi bagian dari komitmen institusi untuk mendukung pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya dalam aspek pedagogik, akademik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Melalui program ini, dosen diharapkan semakin siap menghadapi dinamika pendidikan tinggi sekaligus mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Pelaksanaan PKDP berlangsung pada 8–23 Juni 2026 dengan metode hybrid yang memadukan pembelajaran daring dan luring.
Baca juga: Profil Dr Nelly Mujahidah Aktif di KKSS Siap Jadi Rektor, Target IAIN Pontianak Jadi Universitas
Program ini terdiri atas tiga tahapan utama, yaitu In Service Course 1 (ISC-1), On the Job Course (OJC), dan In Service Course 2 (ISC-2). Pada tahap ISC-1, peserta memperoleh berbagai materi penguatan kompetensi dosen.
Selanjutnya, peserta mengimplementasikan hasil pembelajaran melalui OJC di institusi masing-masing sebelum mengikuti ISC-2 yang diakhiri dengan evaluasi dan ujian kompetensi.
Pembukaan PKDP dilaksanakan secara serentak dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. Tahun ini, PTP UIN Walisongo memfasilitasi sebanyak 144 dosen peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi keagamaan di Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.
Baca juga: Profil dan Biodata Siapakah Prof. Muhammad dari UIN Jakarta Bertarung Jadi Rektor IAIN Pontianak
Selama mengikuti program, peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan pengembangan karier dosen, antara lain kebijakan Kementerian Agama terkait PKDP, pengembangan karier dan jabatan fungsional dosen, perencanaan dan evaluasi pembelajaran, model serta strategi pembelajaran, penulisan artikel ilmiah, moderasi beragama, hingga paradigma kesatuan ilmu.
Materi tersebut disusun untuk memperkuat kompetensi dosen dalam melaksanakan tugas akademik secara profesional dan berkelanjutan.
Baca juga: Profil Prof Wajidi Sayadi Masuk Kandidat Rektor IAIN Pontianak, Jejak dari Makassar hingga Jakarta
Salah satu dosen PNS IAIN Pontianak, Resvan, M.Pd., menyampaikan bahwa PKDP merupakan kesempatan yang sangat berharga untuk meningkatkan kapasitas diri sebagai tenaga pendidik. Ia berharap dapat memperoleh wawasan baru mengenai pembelajaran di perguruan tinggi, memperdalam kompetensi pedagogik, serta memperluas jejaring akademik dengan dosen dari berbagai daerah di Indonesia.
“Program ini memberikan ruang bagi kami untuk belajar dari para narasumber dan sesama peserta. Saya berharap seluruh pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan akademik di kampus,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kelima dosen ini berharap hasil yang diperoleh selama mengikuti PKDP dapat diimplementasikan dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: Profil dan Rekam Jejak Prof. Zaenuddin Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030 Kelahiran Temanggung
IAIN Pontianak
PKDP 2026
Dosen IAIN Pontianak
Kementerian Agama
UIN Walisongo Semarang
Pendidikan Tinggi
Kompetensi Dosen
Sertifikasi Dosen
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam
Pengembangan SDM Dosen
Resvan
Syukron Wahyudhi
Tari Indriani
Abdul Aziz dosen IAIN Pontianak
Abdul Aziz
Maria Ulfa
Maria Ulfa dose IAIN Pontianak
| Tim Peneliti IAIN dan STAKat Pontianak Teliti Kerukunan Umat Beragama di Mempawah |
|
|---|
| Kisah Mantan Petugas Kebersihan Kampus, Prof Zaenuddin Kini Calon Rektor IAIN Pontianak 2026-2030 |
|
|---|
| Maju Sebagai Calon Rektor IAIN 2026-2030, Misdah Ingin Buktikan IAIN Bisa Unggul Akademik dan Modern |
|
|---|
| Profil Lengkap Siapa Dr Ali Alhinduan, Khatib Idul Adha 2026 di Masjid Raya Mujahidin Pontianak |
|
|---|
| Profil Dr Nelly Mujahidah Aktif di KKSS Siap Jadi Rektor, Target IAIN Pontianak Jadi Universitas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/IAIN-Pontianak-132235.jpg)