Harga BBM Terkini

Komunitas Motor Kayong Utara Keluhkan Biaya Operasional BBM

kenaikan harga BBM sering kali menjadi pemicu meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang. 

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
KOMUNITAS- Ketua Kracker Supermoto Kayong Utara, Danang Prasetyo sat menghadiri kegiatan Anniversary Kracker Supermoto Sanggau. Ia menilai kenaikan harga BBM nonsubsidi yang terus terjadi membuat masyarakat semakin terbebani. 

Apabila kondisi tersebut terus berlangsung, maka harga berbagai kebutuhan pokok dan jasa juga berpotensi mengalami penyesuaian yang pada akhirnya semakin menekan daya beli masyarakat.

Serap Aspirasi RUU Masyarakat Adat, Ria Norsan Titip Penyelesaian Sengketa Tanah ke Baleg DPR RI

"Kami memahami bahwa ada berbagai pertimbangan dalam menentukan harga BBM. Namun jika kenaikan terus terjadi, dampaknya bisa meluas. Bukan hanya biaya operasional kendaraan yang bertambah, tetapi harga kebutuhan masyarakat juga berpotensi ikut naik," katanya.

Karena itu, ia berharap pemerintah bersama pihak-pihak terkait dapat mencari langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga energi. 

Menurutnya, kepastian harga BBM sangat penting agar masyarakat dapat merencanakan pengeluaran dengan lebih baik dan tidak terus-menerus dibayangi kenaikan biaya operasional.

"Kami berharap ada solusi yang dapat memberikan kestabilan harga BBM sehingga masyarakat tidak selalu menghadapi kenaikan biaya. Hal ini penting bagi pengguna kendaraan, pelaku usaha, hingga komunitas otomotif yang aktivitasnya sangat bergantung pada bahan bakar," pungkasnya.

Sebagai informasi, mulai 10 Juni 2026 harga BBM nonsubsidi mengalami perubahan. Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92 kini dibanderol Rp16.250 per liter, naik dari harga sebelumnya Rp12.300 per liter. 

Sementara Pertamax Green 95 dengan RON 95 juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan masyarakat karena selisih harga yang cukup besar dibandingkan periode sebelumnya. 

Sejumlah kalangan berharap pemerintah dan perusahaan penyedia energi dapat menghadirkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar dan kemampuan ekonomi masyarakat. (*)

- Ikuti Instagram Tribun Pontianak IG TRIBUN
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
- Baca Berita Terbaru di GOOGLE NEWS 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved