DLH Sanggau Ingatkan Masyarakat Pilah Sampah dan Taati Jam Buang Sampai
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau mengimbau masyarakat untuk secara masif membudayakan pemilahan sampah langsung dari sumbernya
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Langkah preventif ini dinilai krusial guna memperpanjang usia pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menekan laju akumulasi limbah perkotaan.
- Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Kabupaten Sanggau, Sumardi, menegaskan bahwa pemisahan jenis sampah secara disiplin antara kategori organik, anorganik, hingga residu akan merevolusi efisiensi tata kelola hilir limbah.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sanggau mengimbau masyarakat untuk secara masif membudayakan pemilahan sampah langsung dari sumbernya, yakni lingkup rumah tangga.
Langkah preventif ini dinilai krusial guna memperpanjang usia pakai Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menekan laju akumulasi limbah perkotaan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) DLH Kabupaten Sanggau, Sumardi, menegaskan bahwa pemisahan jenis sampah secara disiplin antara kategori organik, anorganik, hingga residu akan merevolusi efisiensi tata kelola hilir limbah.
"Langkah sederhana seperti memilah sampah sejak dari dapur rumah tangga dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan secara signifikan," ujar Sumardi.
"Hal ini sekaligus memangkas volume limbah yang berakhir di tempat penampungan maupun TPA," lanjutnya.
Jam Buang Sampah dan Estetika Kota
Selain fokus pada pemilahan di hulu, DLH Kabupaten Sanggau juga terus memperketat pengawasan partisipasi publik dalam menjaga wajah tata kota.
Salah satu regulasi daerah yang kini tengah digencarkan sosialisasinya adalah kepatuhan terhadap jadwal pembuangan sampah ke Tempat Penampungan Sementara (TPS).
Baca juga: Gawai Dayak Nosu Podi XXII Sanggau Siap Digelar, Belasan Lomba Budaya Bakal Ramaikan Acara
Pemerintah daerah menginstruksikan warga untuk membuang sampah hanya pada jendela waktu yang telah ditentukan, yakni mulai pukul 18.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.
Pola pembatasan jam ini sengaja dirancang agar proses pengangkutan oleh armada kebersihan di pagi hari dapat berjalan optimal tanpa mengganggu estetika publik.
“Kepatuhan kolektif terhadap linimasa pembuangan ini sangat menentukan visual estetika Kota Sanggau setiap harinya. Kami ingin memastikan saat aktivitas ekonomi warga dimulai di pagi hari, koridor kota sudah bersih dari penumpukan sampah,” tambahnya.
Ketegasan Terhadap Pelaku Usaha: Sanksi Administratif Menanti
Di sektor industri dan komersial, DLH Sanggau tidak hanya bertumpu pada imbauan edukatif. Pengawasan berkala kini ditingkatkan menjadi instrumen penegakan hukum lingkungan hidup yang ketat.
Sumardi memaparkan, penertiban dan pembinaan kontinyu terus menyasar berbagai lini usaha.
Ini menurutnya dimaksudkan untuk memastikan kepatuhan menyeluruh terhadap regulasi perlindungan alam.
Ia juga menyampaikan pendekatan persuasif dan pendampingan tetap dikedepankan.
Agar korporasi mampu mengadopsi praktik operasional yang hijau dan berwawasan lingkungan jangka panjang.
| Satreskrim Singkawang Amankan Pelaku Pengangkutan BBM Subsidi Ilegal ke Sambas |
|
|---|
| Nasi Kotak Berbungkus Mika Diduga Jadi Pemicu Keracunan Puluhan Jemaat Gereja di Pontianak |
|
|---|
| 4 Poin Pesan Ketua Harian Koni Kalbar Saat Musorkab VI di Landak |
|
|---|
| Kabidhumas Polda Hadiri Pembukaan OKK V PWI Kalbar, Dorong Profesionalisme dan Integritas Wartawan |
|
|---|
| Mengenal Sekura, Ibu Kota Teluk Keramat yang Kaya Sejarah, Budaya unik, dan Potensi Pertanian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kabupaten-Sanggau-Sumardi.jpg)