Jembatan Sabung Setangga Sambas Kerap Telan Korban, Warga: Sudah Tak Terhitung!
Salah seorang warga Desa Sabung, Fujianto, membeberkan bahwa kawasan tersebut kini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Kecamatan
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Sebuah jembatan di kawasan tersebut dilaporkan rusak parah selama bertahun-tahun dan kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik, Senin 1 Juni 2026.
- Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur tersebut terpaksa dialihkan ke sebuah jembatan darurat yang dibangun secara swadaya di sebelah struktur utama yang telah rapuh.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Keluhan demi keluhan terus disuarakan oleh warga dan pengendara yang melintasi ruas Jalan Raya Sabung Setangga, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.
Sebuah jembatan di kawasan tersebut dilaporkan rusak parah selama bertahun-tahun dan kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan publik, Senin 1 Juni 2026.
Hingga saat ini, arus lalu lintas di jalur tersebut terpaksa dialihkan ke sebuah jembatan darurat yang dibangun secara swadaya di sebelah struktur utama yang telah rapuh.
Namun, kondisi jembatan darurat yang sempit justru kerap memicu persoalan baru.
Salah seorang warga Desa Sabung, Fujianto, membeberkan bahwa kawasan tersebut kini menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di Kecamatan Subah akibat lambatnya penanganan infrastruktur.
• Mengenal Istana Kerajaan Sambas, Warisan Budaya Melayu yang Masih Berdiri Megah
"Jembatan ini rusak parah sejak tahun 2018, dan sampai sekarang belum ada perbaikan permanen. Kalau bicara soal pengendara yang menjadi korban kecelakaan di sini, jumlahnya sudah tidak terhitung lagi, mulai dari luka ringan hingga luka parah," ungkap Fujianto dengan nada kecewa.
Kontras Jembatan Rusak vs Jembatan Dibangun
Kondisi terbengkalainya Jembatan Sabung Setangga ini memicu sorotan tajam, mengingat Pemerintah Kabupaten Sambas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebenarnya gencar menggenjot konektivitas di wilayah berjuluk Bumi Serambi Mekkah tersebut.
Sebagai pembanding dan data sektoral, berikut adalah potret dinamika pembangunan jembatan di Kabupaten Sambas dalam beberapa waktu terakhir:
Jembatan yang Masih Rusak & Menunggu Penanganan:
Jembatan Sabung Setangga (Kecamatan Subah): Rusak parah sejak 2018, hanya mengandalkan jembatan darurat sempit, minim penerangan, dan rawan kecelakaan.
Jembatan Penghubung Desa di Kawasan Pesisir/Pedalaman: Beberapa titik jembatan kayu berstatus jalan kabupaten masih memerlukan perhatian intensif karena faktor usia.
Jembatan Strategis yang Berhasil Dibangun/Diresmikan:
Jembatan Sungai Sambas Besar (JSSB): Proyek strategis nasional (PSN) yang memangkas waktu logistik lintas kecamatan (Tebas-Tekarang) dan mendongkrak ekonomi pesisir Sambas.
Jembatan Berkemajuan (Program Pemkab): Puluhan jembatan non-status/desa yang berhasil dibangun tanpa menggunakan dana APBD, melainkan lewat skema gotong royong dan kemitraan pihak swasta (CSR).
Rawan Kecelakaan di Malam Hari
Fujianto menambahkan, nihilnya realisasi pembangunan jembatan permanen di Sabung Setangga membuat pengendara luar daerah kerap terjebak.
Sabung Setangga
Jembatan Rusak
Desa Sabung
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Kalbar
Kalimantan Barat
Sambas
| Meresahkan Warga, Polsek Kalis Bongkar dan Bakar Arena Sabung Ayam di Kapuas Hulu |
|
|---|
| Hari Lahir Pancasila 2026, Polda Kalbar Teguhkan Komitmen Menjaga Persatuan dan Keutuhan Bangsa |
|
|---|
| Anak-anak Jadi Garda Terdepan Kampanye Anti Rokok, Ini Langkah Dinkes Pontianak |
|
|---|
| Jelang Porprov XIV, KONI Kalbar Sinkronkan Program Pembinaan Atlet dengan Daerah |
|
|---|
| Dari Anak Nelayan hingga Puncak Birokrasi, Air Mata dan Dedikasi Ismail di Akhir Masa Purnatugas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jembatan-rusak-435tdfgdcx.jpg)