Cuaca Ekstrem Rusak Dua Jembatan di Kalbar, Akses Warga dan Anak Sekolah Terancam
Kerusakan jembatan ini diantaranya terdampak langsung oleh cuaca ektrem, ada pula yang terjadi akibat tanah longsor yang diakibatkan
Ringkasan Berita:
- Kerusakan jembatan ini diantaranya terdampak langsung oleh cuaca ektrem, ada pula yang terjadi akibat tanah longsor yang diakibatkan cuaca yang terjadi dalam waktu berdekatan di bulan Mei 2026.
- Seperti pada jembatan Sungai Sasak Desa Nangan Sangan Wilayah Boyan Hulu Kecamatan Boyan Tanjung Kapuas Hulu Kalimantan Barat nyaris putus akibat kondisi tanah longsor, Minggu 17 2026 kemarin.
- Kondisi ini terjadi akibat terjadinya cuaca ektrim, berdampak pada infrastruktur di Kalbar menjadi rusak.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sedikitnya dua jembatan alami kerusakan akibat cuaca ektrem di Kalimantan Barat.
Kerusakan jembatan ini diantaranya terdampak langsung oleh cuaca ektrem, ada pula yang terjadi akibat tanah longsor yang diakibatkan cuaca yang terjadi dalam waktu berdekatan di bulan Mei 2026.
Seperti pada jembatan Sungai Sasak Desa Nangan Sangan Wilayah Boyan Hulu Kecamatan Boyan Tanjung Kapuas Hulu Kalimantan Barat nyaris putus akibat kondisi tanah longsor, Minggu 17 2026 kemarin.
Kondisi ini terjadi akibat terjadinya cuaca ektrim, berdampak pada infrastruktur di Kalbar menjadi rusak.
Warga setempat, Ruslan, menyampaikan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah hampir putus, akibat tanah longsor, sehingga membahayakan setiap warga yang akan melewati jembatan itu.
"Kondisi jembatan itu sangat menganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat, terutama bagi anak-anak sekolah pulang pergi ke Riam Mengelai maupun ke Boyan Tanjung," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Minggu 17 Mei 2026.
Baca juga: Jembatan Sungai Sasak Kapuas Hulu Nyaris Putus, Ancam Keselamatan Anak Sekolah dan Warga
Menurut Ruslan, masyarakat pun jadi susah kalau tiba-tiba ada yang sakit keras, dan perlu perawatan ke Boyan Tanjung atau ke Putussibau.
"Apa lagi dengan kondisi rusak tersebut, jembatan tidak bisa di lewati kendaraan roda empat. Semoga cepat teratasi dan menemukan solusinya," ungkapnya.
Warga lainnya, Asnah menyampaikan kondisi jembatan Sasak ini sangat menggangu lalu lintas warga. "Pastinya kondisi seperti ini sudah pernah kami sampaikan ke pemerintah daerah, tapi hingga sekarang ini belum ada respon," ujarnya.
Sebelumnya ada efisiensi kata Asnah, juga sering disampaikan ke Pemerintah Daerah termasuk anggota DPRD yang dapil Boyan Tanjung.
"Tapi ya seperti ini, belum ada yang memperbaiki," ucapnya.
Diharapkan, pemerintah daerah dan anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, untuk bisa memperbaiki jembatan yang rusak ini.
"Hanya pemerintah yang bisa memperbaiki jembatan tersebut," ungkapnya.
Kerusakan jembatan kedua terjadi di daerah Kabupaten Sekadau terpaksa Polisi turun tangan memperbaiki secara bergotong royong bersama warga.
Jembatan tersebut berada Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
| Kapal Kelotok Rasau Jaya–Padang Tikar Mendadak Mogok Massal, Ini Ternyata Biang Keroknya |
|
|---|
| Perjuangan Terakhir Rafa di Kapuas Hulu Lawan DBD, Sempat Mimisan dan Sesak Napas Sebelum Berpulang |
|
|---|
| Jadwal Puncak Banjir Rob Pontianak Mulai 19 Mei 2026, Pasang Air Laut Diprediksi 2 Meter |
|
|---|
| Cuaca Kalbar Besok 19 Mei 2026 di 14 Daerah! Pontianak dan Kubu Raya Diguyur Hujan |
|
|---|
| Waspada Banjir Rob di Pontianak, DPRD Pontianak Imbau Warga Hati-hati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kondisi-jalan-di-Jembatan-Sungai-Sasak-45456.jpg)