Anggota DPRD Sanggau Imbau Warga Waspada Banjir, Puting Beliung dan Tanah Longsor
Dengan cuaca yang tak menentu seperti saat ini, yang terkadang hujan dan terkadang panas
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Syahroni
Ringkasan Berita:
- Anggota DPRD Sanggau Yuvenalis Krismono mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor akibat cuaca yang tidak menentu.
- Warga diminta aktif menjaga kebersihan lingkungan dan saluran drainase melalui gotong royong untuk mencegah banjir dan meminimalkan risiko bencana.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU – Cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir menjadi perhatian berbagai pihak.
Menyikapi kondisi tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Yuvenalis Krismono, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor.
Menurut politisi yang akrab disapa Mono itu, perubahan cuaca yang terjadi saat ini, di mana hujan dan panas silih berganti, dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai bencana alam, khususnya di wilayah yang selama ini dikenal rawan banjir dan longsor.
Baca juga: Daftar Wisata Alam dan Budaya di Kecamatan Balai Sanggau, Lengkap dengan Lokasinya
"Dengan cuaca yang tak menentu seperti saat ini, yang terkadang hujan dan terkadang panas, diharapkan masyarakat selalu waspada terhadap terjadinya banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor," ujar Mono, Rabu 17 Juni 2026.
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi dapat memicu berbagai dampak yang membahayakan masyarakat.
Selain menyebabkan genangan dan banjir, curah hujan yang tinggi juga berpotensi memicu pergerakan tanah di kawasan yang memiliki kontur berbukit atau lereng.
Baca juga: Satu Unit Rumah di Sanggau Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Pemadaman
Karena itu, warga yang tinggal di daerah rawan bencana diminta untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi lingkungan dan segera mengambil langkah antisipasi apabila muncul tanda-tanda potensi bencana.
"Terutama di daerah-daerah yang rawan terjadinya banjir. Untuk itu perlu meningkatkan kewaspadaan," katanya.
Selain meningkatkan kewaspadaan, Mono juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, terutama saluran drainase yang berfungsi mengalirkan air hujan.
Menurutnya, banyak kasus genangan dan banjir yang terjadi akibat saluran air tersumbat oleh sampah dan sedimentasi.
Baca juga: Donor Darah Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sanggau Wujudkan Kepedulian Nyata untuk Kemanusiaan
Ia menilai upaya pencegahan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat melalui kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar.
"Dengan membersihkan drainase tentu dapat mencegah secara dini terjadinya banjir, karena biasanya ada lokasi yang banjir akibat drainase tersumbat," ujarnya.
Mono berharap budaya gotong royong dapat terus ditingkatkan, baik untuk membersihkan drainase maupun sungai yang menjadi jalur aliran air.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya mengurangi risiko banjir dan tanah longsor saat musim hujan.
"Harapannya ada gerakan gotong royong warga untuk membersihkan drainase atau sungai sebagai antisipasi banjir dan tanah longsor," pungkasnya.
Profil Yuvenalis Krismono SE, MSi.
Yuvenalis Krismono
Anggota DPRD Kabupaten Sanggau Yuvenalis Krismono
profil Yuvenalis Krismono
longsor
banjir
Sanggau
Kalbar
| Erling Haaland Menggila, Edo Warga Pontianak Kagumi Sosok Raksasa Asal Norwegia |
|
|---|
| Contoh Kata Sambutan Singkat Ketua OSIS SMP Penyambutan Murid Baru Acara SPMB Tahun Ajaran 2026-2027 |
|
|---|
| Rekor Gila Lionel Messi Bikin Warga Pontianak Geleng-geleng Kepala |
|
|---|
| Rumah Kayu di Sambas Ludes Terbakar Tengah Malam, Warga Panik Selamatkan Permukiman Sekitar |
|
|---|
| Rekor Gila Lionel Messi Cetak Hattrick, Ibnu Warga Pontianak Terpukau Magis Sang Kapten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Yuvenalis-Krismono-w5r4we.jpg)