Polda Kalbar
Bhabinkamtibmas Lakukan Problem Solving Penyelesaian Kasus Bullying di MIS Ambawang
Ketika itu korban sedang duduk di dalam kelas sebelum didatangi salah seorang teman sekelasnya bersama dua rekannya.
Ringkasan Berita:
- Proses pemberhentian dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan hak pendidikan anak-anak tersebut.
- Ketiga pelaku tetap menerima sanksi berat berupa dikeluarkan dari sekolah.
TRIBUNPONTIANAK. CO. ID, KUBU RAYA - Kasus dugaan perundungan atau bullying yang terjadi di lingkungan di MIS Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya dan sempat viral di sejumlah platform media sosial.
Kasus tersebut diselesaikan melalui mekanisme problem solving dengan mengedepankan pendekatan pembinaan dan perlindungan anak.
Kegiatan mediasi dilakukan pada Jumat 15 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 WIB berlangsung di satu MIS Jalan Parit Bugis, Dusun Sela, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Kesepakatan damai tersebut diinisiasi oleh Bhabinkamtibmas Desa Durian Polsek Sungai Ambawang, Aiptu Sarjo, sebagai bagian dari upaya problem solving terhadap persoalan yang terjadi di lingkungan pendidikan.
Dalam pelaksanaannya, Polsek Sungai Ambawang turut menggandeng Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kubu Raya guna mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak yang terlibat.
Baca juga: Kamtibmas Kondusif, Bhabinkamtibmas Parit Mayor Lakukan Problem Solving di Kelurahan Parit Mayor
Hadir dalam kegiatan itu Kasi Pendidikan Islam Kemenag Kabupaten Kubu Raya H. Sumargi, M.Pd.I., Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Kubu Raya Tugino, S.Pd.I., Kepala Desa Durian Fauzi, S.I.P., Kepala Sekolah MIS Faturrahman Sungai Ambawang Mari’ah, S.Pd.I., Komite Sekolah Rusdi, S.Pd., tenaga pendidik, serta orang tua dan wali murid yang terlibat.
Kasubsie Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menjelaskan peristiwa tersebut bermula saat jam istirahat sekolah.
Ketika itu korban sedang duduk di dalam kelas sebelum didatangi salah seorang teman sekelasnya bersama dua rekannya.
“Pelaku meminta korban untuk bertukar kursi dengan alasan kursi miliknya tidak nyaman digunakan. Namun korban sempat menolak permintaan tersebut,” ujar Ade menerangkan, Sabtu 16 Mei 2026.
Penolakan itu kemudian memicu emosi pelaku. Salah seorang pelaku lalu meminta dua temannya mengambil tali plastik rafia bekas pengikat wadah makan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ketiga pelaku kemudian mengalungkan tali plastik tersebut ke leher korban dan menariknya hingga korban merasa sesak dan mual,” jelasnya.
Melihat kejadian itu, beberapa teman sekelas korban langsung berupaya melerai dan melepaskan tali yang menjerat leher korban sehingga tarikan dapat dihentikan.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami bekas jeratan pada bagian leher.
Ade memastikan kondisi korban saat ini dalam keadaan sehat dan tetap dapat beraktivitas seperti biasa.
“Memang terdapat bekas jeratan pada leher korban akibat tarikan tali plastik oleh para pelaku. Namun saat ini kondisi korban sehat dan dapat beraktivitas secara normal tanpa mengalami gangguan kesehatan,” katanya.
Problem Solving
bullying sekolah
bullying anak
bullying siswa sekolah
Polres Kubu Raya
Sungai Ambawang
| Personel Polsek Mukok Gelar Patroli Malam Hari untuk Wujudkan Lingkungan Aman |
|
|---|
| Polsek Beduai Laksanakan Pengamanan Sholat Jumat untuk Beri Rasa Aman bagi Jemaah |
|
|---|
| Polsek Singkawang Utara Patroli Dialogis, Hadir dan Beri Rasa Aman di Tengah Aktivitas Masyarakat |
|
|---|
| Jajaran Polsek Sengah Temila dan Polsek Menjalin gelar Patroli, Sampaikan Imbauan Kamtibmas |
|
|---|
| Patroli Satpamobvit Polres Singkawang Perkuat Rasa Aman di Objek Vital dan Lingkungan Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Bullying-di-mis.jpg)