Cuaca Ekstrem Rusak Jembatan Temurak Sanggau, Warga dan Polisi Lakukan Perbaikan Darurat
“Kami bersama masyarakat berupaya, agar akses jalan tetap bisa digunakan meskipun harus dilakukan secara hati-hati.” ujar Kapolsek Meliau Iptu Supar
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mematuhi arahan petugas yang berjaga di lokasi.
Hingga saat ini situasi di sekitar Jembatan Temurak terpantau aman dan arus lalu lintas masih dapat berjalan meskipun secara terbatas.
Aparat bersama pemerintah desa dan warga terus bersiaga sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan.
Akses Desa Melobok Pulih Kembali
Sebelumnya, akses transportasi masyarakat di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mulai kembali berjalan setelah dilakukan perbaikan darurat pada Jembatan Melobok yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat cuaca ekstrem, belum lama ini.
Perbaikan dilaksanakan menggunakan dua unit alat berat jenis excavator dengan sistem sewa.
Proses pengerjaan dilakukan dengan metode penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan menggunakan material tanah guna membuka kembali jalur kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kapolsek Meliau, Iptu Supar mengatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian melalui kegiatan monitoring bertujuan memastikan proses perbaikan berjalan aman serta tetap memperhatikan keselamatan masyarakat pengguna jalan.
“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,”kata Iptu Supar.
Ia menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara dan hanya sebagai solusi darurat.
Pemerintah daerah melalui instansi teknis tetap akan melaksanakan pembangunan jembatan permanen sesuai rencana yang telah disusun.
Untuk mendukung pembiayaan operasional perbaikan darurat, masyarakat bersama pemerintah desa menerapkan kontribusi biaya bagi kendaraan yang melintas.
Kendaraan roda enam dikenakan tarif Rp100.000, roda empat Rp50.000, sedangkan roda dua bersifat sukarela sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menutup biaya sewa alat berat dan operasional pekerjaan.
Hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan menunjukkan hingga saat ini belum ditemukan adanya komplain dari masyarakat terkait kebijakan kontribusi tersebut. Warga justru menilai langkah swadaya ini sebagai solusi cepat agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan.
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
Jembatan Temurak
Kabupaten Sanggau
Kalimantan Barat
Cuaca ekstrem
Jembatan Rusak
Polsek Meliau
Iptu Supar
Desa Meliau Hilir
gawai adat dayak
| Polisi Pantau Langsung Ketersediaan BBM di Sejumlah SPBU untuk Cegah Panic Buying |
|
|---|
| Jelang Hari Libur, Destinasi Wisata Alami Kopisan Kota Singkawang Mulai Meningkat |
|
|---|
| Flying Fox Pertama di Alami Kopisan Kota Singkawang, Jadi Pilihan Favorit Pengunjung |
|
|---|
| Destinasi Wisata Baru di Kota Singkawang, Alami Kopisan Hadirkan Berbagai Wahana Permainan |
|
|---|
| Dipadati Warga Setiap Hari, Taman Kota Ketapang Jadi Tempat Bersantai hingga Olahraga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Jembatan-Temurak1605.jpg)