Cuaca Ekstrem Rusak Jembatan Temurak Sanggau, Warga dan Polisi Lakukan Perbaikan Darurat

“Kami bersama masyarakat berupaya, agar akses jalan tetap bisa digunakan meskipun harus dilakukan secara hati-hati.”  ujar Kapolsek Meliau Iptu Supar

Tayang:
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN PONTIANAK/ISTIMEWA
JEMBATAN RUSAK - Kondisi Jembatan Temurak di Dusun Temurak, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kembali mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut, Kamis 14 Mei 2026.Kerusakan pada akses penghubung vital itu kini menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, dan masyarakat setempat. 

Pengendara diminta mengurangi kecepatan dan mematuhi arahan petugas yang berjaga di lokasi.

Hingga saat ini situasi di sekitar Jembatan Temurak terpantau aman dan arus lalu lintas masih dapat berjalan meskipun secara terbatas.

Aparat bersama pemerintah desa dan warga terus bersiaga sambil menunggu proses perbaikan permanen dilakukan. 

Akses Desa Melobok Pulih Kembali

Sebelumnya, akses transportasi masyarakat di Desa Melobok, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, mulai kembali berjalan setelah dilakukan perbaikan darurat pada Jembatan Melobok yang sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat cuaca ekstrem, belum lama ini.

Perbaikan dilaksanakan menggunakan dua unit alat berat jenis excavator dengan sistem sewa.

Proses pengerjaan dilakukan dengan metode penimbunan badan jalan dan penguatan akses jembatan menggunakan material tanah guna membuka kembali jalur kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kapolsek Meliau, Iptu Supar mengatakan bahwa kehadiran pihak kepolisian melalui kegiatan monitoring bertujuan memastikan proses perbaikan berjalan aman serta tetap memperhatikan keselamatan masyarakat pengguna jalan.

“Polsek Meliau hadir untuk memastikan kegiatan perbaikan berjalan tertib, aman, serta tidak menimbulkan potensi gangguan kamtibmas. Ini merupakan bentuk kepedulian bersama antara pemerintah desa dan masyarakat agar akses transportasi tetap berfungsi,”kata Iptu Supar

Ia menegaskan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini bersifat sementara dan hanya sebagai solusi darurat.

Pemerintah daerah melalui instansi teknis tetap akan melaksanakan pembangunan jembatan permanen sesuai rencana yang telah disusun.

Untuk mendukung pembiayaan operasional perbaikan darurat, masyarakat bersama pemerintah desa menerapkan kontribusi biaya bagi kendaraan yang melintas.

Kendaraan roda enam dikenakan tarif Rp100.000, roda empat Rp50.000, sedangkan roda dua bersifat sukarela sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam menutup biaya sewa alat berat dan operasional pekerjaan.

Hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan menunjukkan hingga saat ini belum ditemukan adanya komplain dari masyarakat terkait kebijakan kontribusi tersebut. Warga justru menilai langkah swadaya ini sebagai solusi cepat agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan. 

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved