Viral Jembatan Rusak di Meranti, Warga Harap Segera Ada Perbaikan
Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Landak kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah video kerusakan jalan
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Try Juliansyah
Ringkasan Berita:
- Kerusakan parah terjadi di jalur penghubung wilayah Desa Sehe Lusur dan Desa Begawan Ampar, Kecamatan Kuala Behe, hingga Dusun Jelayan, Kecamatan Meranti.
- Jalan berlumpur, tergenang air, serta jembatan rusak membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
- Dalam salah satu video yang ramai diperbincangkan warga, terlihat anak-anak sekolah berteriak meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan rusak di Dusun Jelayan.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Kondisi infrastruktur di wilayah pedalaman Kabupaten Landak kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah video kerusakan jalan dan jembatan penghubung antara Kecamatan Meranti dan Kecamatan Kuala Behe viral di media sosial.
Kerusakan parah terjadi di jalur penghubung wilayah Desa Sehe Lusur dan Desa Begawan Ampar, Kecamatan Kuala Behe, hingga Dusun Jelayan, Kecamatan Meranti.
Jalan berlumpur, tergenang air, serta jembatan rusak membuat aktivitas masyarakat lumpuh.
Dalam salah satu video yang ramai diperbincangkan warga, terlihat anak-anak sekolah berteriak meminta pemerintah segera memperbaiki jembatan rusak di Dusun Jelayan.
Mereka mengaku kesulitan pergi ke sekolah akibat akses yang tidak lagi bisa dilalui kendaraan maupun sepeda motor.
Jembatan tersebut diketahui merupakan akses vital penghubung dua kecamatan sekaligus jalur utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Jalan Rusak Parah, Ibu-Ibu Berdiri di Tengah Kubangan Lumpur
Video lain yang juga viral memperlihatkan kondisi jalan di wilayah Begawan Ampar yang berubah menjadi kubangan lumpur besar akibat hujan.
Tiga orang ibu-ibu tampak berdiri di tengah lumpur setinggi betis untuk menunjukkan parahnya kondisi jalan. Mereka berbincang menggunakan bahasa daerah sambil menunjuk ke arah ruas jalan yang rusak panjang dan tidak dapat dilalui kendaraan sama sekali.
Baca juga: Segini Perolehan Pendapatan Asli Daerah Landak Triwulan I di 2026
Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan karena kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan sangat menghambat aktivitas masyarakat pedesaan.
“Jalan kami di daerah pedesaan sangat memprihatinkan, khususnya jalur Kecamatan Meranti menuju wilayah Desa Sehe Lusur dan Desa Begawan Ampar di Kuala Behe. Semoga ada tanggapan dari pemerintah daerah,” tulis narasi dalam video yang beredar luas di media sosial.
Jembatan Penghubung Dua Kecamatan Putus
Lidas Kepala Dusun Jelayan, Desa Meranti, Kecamatan Meranti, menjelaskan bahwa jembatan yang rusak tersebut merupakan penghubung antara Dusun Peluntan dan Dusun Jelayan, sekaligus akses utama masyarakat Kecamatan Meranti dan Kuala Behe.
“Jembatan ini sudah rapuh. Panjangnya sekitar 8 meter dan lebar 4 meter,” ujarnya.
Ia menegaskan, putusnya akses tersebut berdampak besar terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari, terutama sektor pendidikan dan ekonomi warga.
“Anak-anak sekolah tidak bisa lewat, sepeda motor juga tidak bisa lewat. Perekonomian masyarakat jadi terhambat,” katanya.
Menurutnya, ribuan masyarakat dari dua kecamatan terdampak langsung akibat kerusakan jembatan tersebut.
Karena itu, warga berharap pemerintah segera melakukan pembangunan ulang agar aktivitas masyarakat kembali normal.
“Harapan kami secepatnya jembatan ini dibangun karena ini sangat penting bagi perekonomian masyarakat di dua kecamatan,” tambahnya.
Bupati Landak Akui Kondisi Darurat Infrastruktur
Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa, mengatakan pemerintah daerah saat ini berupaya menangani sejumlah kerusakan infrastruktur akibat cuaca dan bencana alam.
“Nah, mudah-mudahan bisa kita tangani dulu sementara sehingga arus barang dan sembako bisa lancar,” ujarnya.
Karolin mengungkapkan, selain jalan rusak dan jembatan putus, pemerintah juga menerima banyak laporan terkait longsor serta rumah warga yang terdampak bencana di beberapa wilayah Kabupaten Landak.
Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi tantangan tersendiri, terutama setelah tidak tersedianya dana desa untuk penanganan tertentu.
“Dana cadangan kita juga sangat terbatas, tapi nanti akan kita koordinasikan lagi mana yang bisa ditangani lebih dulu agar jalur tetap fungsional,” katanya.
Meski demikian, Pemkab Landak memastikan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna mencari solusi terbaik bagi masyarakat terdampak.
Viralnya kondisi jalan dan jembatan di Meranti–Kuala Behe kini menjadi perhatian luas masyarakat Kalimantan Barat. Warga berharap jeritan anak-anak sekolah dan kesulitan masyarakat pedalaman dapat segera mendapat respons nyata dari pemerintah sebelum kondisi semakin memburuk. (*)
- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!
| Josepha Cerita Pesan Wapres RI ke Tim LCC Smansa Pontianak: Tetap Semangat dan Fokus Belajar |
|
|---|
| Peternak Sapi di Pontianak Optimistis Jelang Idul Adha, Harga Naik hingga Rp2 Juta per Ekor |
|
|---|
| Keling Kumang Festival IV di Sekadau Hadirkan 9 Perlombaan Tradisional, Angkat Budaya Dayak |
|
|---|
| Progres Cetak Sawah Satgas TMMD Ke-128 Kodim 1204/Sanggau Capai 70 Persen |
|
|---|
| Sosok Josepha Peserta LCC 4 Pilar di Mata Sang Ayah, Pendiam, Tekun Belajar dan Tegas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kecamatan-Meranti-Kabupaten-Landak.jpg)